Langsung ke konten utama

Wisuda Takhfidz SDIT Kartika





Rabu pagi, 13 April 2016, pelataran kantor Kelurahan Kranggan Temanggung dipenuhi puluhan anak berseragam hijau. Wajah-wajah sumringah ditingkah polah yang lincah menghias pagi yang cerah. Sebuah perhelatan besar yang kelak akan menjadi sejarah hidup mereka akan terjadi. Adalah Wisuda Takhfidz Al Quran.

SDIT Kartika adalah sebuah sekolah dasar yang masih sangat belia jika ditilik dari segi umur. Muridnya pun belum mencapai angka ratusan. Namun semangat dan prestasinya tak bisa dianggap remeh. SD yang baru meluluskan siswanya sebanyak delapan kali ini telah pula berhasil meluluskan siswa siswi dengan hapalan Quran minimal satu juz, yaitu juz 'amma.

Ini adalah wisuda takhfidz angkatan ke 8. Ada dua hal istimewa pada wisuda kali ini. 
Pertama, wisuda kali ini ada dua anak yang berhasil menuntaskan 2 juz hafalan, yaitu juz 29 dan 30; yang pada wisuda sebelumnya hanya juz 30 saja.
Kedua, pada wisuda ini ada dua wisudawati yang baru duduk di kelas 3 dan baru berumur 8 tahun. Ini berarti di tahun ini siswa yang diwisuda berusia lebih muda dibanding tahun tahun sebelumnya.
Ada 19 siswa siswi yang diwisuda, meliputi 17 siswa siswi hafal juz 30 dan 2 siswi hafal juz 29.

para wisudawan sedang menghafal Quran

Diungkapkan oleh kepala sekolah, Ibu Ainiyatul Masruroh, bahwa wisuda ini diselenggarakan untuk memberi apresiasi bagi siswa siswi yang telah menuntaskan hafalannya. Selain itu juga untuk memotivasi siswa lain untuk segera menuntaskan dan bisa menyusul untuk diwisuda.

Acara diawali dengan pembacaan hafalan para wisudawan dan wisudawati, dilanjut dengan acara inti wisuda. Acara diisi pula dengan pembacaan hafalan surah oleh siswa siswi kelas 1-4.

Wisuda takhfidz ini tidak hanya membuat bangga mereka yang diwisuda. Namun rasa bangga, bahagia dan haru juga dirasakan oleh para guru, wali wisudawan dan wali murid lainnya, juga seluruh hadirin. Terlebih menyaksikan para siswa yang masih anak-anak telah mampu menghafal surah Al Quran dengan fasih.
Ustad Qoid Surawan sebagai pengajar hafalan di SDIT Kartika mengungkapkan rasa syukur dan harapannya. Beliau berharap para siswa bisa membawa hafalan minimal 2 juz dengan bacaan yang benar dan fasih sesuai tajwid jika lulus SD. Dan bisa menjadi penjaga Quran serta selalu mengaplikasikan Quran di keseharian mereka.

Seorang wali wisudawan, Hj. Anisah Indriati, yang putrinya hafal 2 juz, mengisahkan, "Saya sangat bersyukur atas pencapaian anak saya. Al Quran adalah partner kami dalam membersamai tumbuh kembang anak-anak kami."
Beliau merasakan ada perkembangan positif yang pesat antara hafalan Quran terhadap kemampuan intelegensia anak dan perilaku sehari-hari mereka. Ketiga hal tersebut bejalan seimbang.

bersama segenap ustad ustadzah

Bisa jadi di luar sana banyak anak yang hafalannya lebih banyak dan bagus dibanding anak-anak ini, namun setidaknya mereka dan para asatidz telah berjuang sungguh-sungguh untuk menjaga dan menambah hafalan mereka.

Semoga kelak mereka selalu menjadi penjaga Al Quran. Dan Al Quran menjadi jiwa mereka. 
Dan pastinya mereka telah menjadi pencambuk semangatku untuk menambah hafalanku yang hanya 3 Qul itu. :)

Wassalam.

Komentar

  1. Assalamualaikum. Met pagi, Mbak Dini....

    BalasHapus
  2. Lengkip banget Mbak Din, dan urut, suka bacanya :)

    BalasHapus
  3. sembah nuwun mbakyuu :) mwah..

    BalasHapus
  4. Subhenallah. Senang ya mbak Dini melihat anak-anak sudah bisa hafal Al Qur'an meskipun baru juz 29 dan juz 30 tapi itu sudah hebat sekali. Saya sendiri malu sekali pada mereka karena baru hafal surat-2 pendek beberapa saja :)

    Salam kenal mbak, saya baru sekali ini berkunjung kesini :)

    BalasHapus
  5. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kbagi.com untuk info selengkapnya.

    Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jeprat Jepret Bikin Baper

Selain keluarga, apa yang bisa membuatmu rindu rumah? Kalau aku jawabnya: makanan! Ya, makanan kampung halaman selalu menempati ruang tersendiri di hati. Dan lidah tentunya.
Satu hal yang amat aku syukuri adalah aku tidak perlu pergi jauh-jauh pulang kampung jika kangen merasakan kuliner tradisionalnya. Tahu kenapa? Ya kan sekarang aku tinggal di kampung... :) Meski Temanggung adalah kampung halaman suami, tapi sudah seperti tumpah darahku sendiri.
Hal lain yang membuatku bahagia adalah letak pasar yang berhadapan dengan rumah. Serasa surga.. hehe.  Tinggal nyebrang dan pilih mana yang disuka. Ini pula yang sering bikin kakak ipar cemburu. Karena dia harus menunggu libur lebaran untuk bisa njajan sepertiku.
Dan sepertinya dia akan semakin baper kalau lihat jajan pasar dalam foto-foto berikut.

KLEPON
Dibuat dari tepung ketan yang diuleni dengan air dan sedikit garam. Dibentuk bola, diisi gula merah lalu direbus. Disajikan dalam baluran kelapa parut. Ada sensasi tersendiri saat menyeplus si…

Most Wanted di Meja Makan saat Ramadhan

Alhamdulillah bertemu lagi dengan Ramadhan bulan mulia. Bulan penuh keberkahan dan ampunan. Semoga ibadah puasa kita lebih semangat ya, di Ramadhan ini.
Beberapa hari lalu di grup blogger embak emak kece dari Semarang dirandom kocokan #arisanbloggandjelrel putaran kedua. Dan yang keluar namanya adalah Mbak Hidayah Sulistyowati atau sering dipanggil mbak Wati, seorang ibu dua putra yang sudah remaja. Mbak Wati termasuk blogger senior yang tetap rendah hati dan berpikiran terbuka, juga teman ngobrol yang asyik. Blog mbak Wati isinya macam-macam, tapi yang paling aku suka kalau baca tulisan mbak Wati tentang kuliner dan jalan-jalannya. Nama kedua yang keluar adalah Ika Hardiyan Aksari, ibu satu balita yang bernama Kak Ghifa, seorang guru honorer yang sabar dan selalu semangat mendidik muridnya dengan cinta. Meski dari segi umur dia jauh di bawahku, namun aku banyak belajar tentang kesabaran dan ketulusan dari membaca blognya. Pada arisan kali ini duo emak kece itu melempar tema yang pas…

Icip-icip Bakso Jimat Temanggung

Hai..., Februari masih sering turun hujan aja nih, ya? Ya iyalah, namanya juga masih tetanggaan sama Januari yang hujannya sehari-hari :)
Hujan-hujan enaknya ngapain? makaann!!! (eh, siapa yang teriak paling kenceng tuh?) oh, ternyata suaraku dewe :)) Jadi gitu, deh, kalau lagi ngumpul dan suasana dingin dingin mesrah pasti lebih komplet kalau sambil makan bareng. Ngobrol jadi lebih seru. Apalagi kalau santapan itu cocok sama lidah anak-anak, mereka jadi lebih seru juga ceritanya. 
Kata bapak guruku dulu, kalau kita akan menyampaikan sebuah nasehat ke anak kita, salah satu waktu yang efektif adalah saat mereka merasa kenyang dan santai. Coba anak diajak jajan bakso (kalau dia suka bakso, ya), nah saat dia merasa keenakan dengan baksonya itu kita masukkan pesan yang ingin kita sampaikan. Secara lahir dia mungkin tidak begitu serius menanggapi, tapi otaknya insyaallah menyimpan pesan itu. 
Dan berhubung diriku adalah anggota IIDB (ibu ibu doyan bakso) *lalu digetok teh Indari Mastuti, maka k…