lomba

Sarapan, Penting Gak Sih?

Mei 21, 2016

Sudah sarapan pagi ini?
Banyak dari kita yang melewatkan makan pagi dengan berbagai alasan. Ada yang ingin mengurangi berat badan sampai yang melewatkan sarapan karena tidak sempat gegara terburu kerja. Namun justru saat itu kita sedang melewatkan sebuah kesempatan emas.

Sarapan hendaknya jadi kegiatan rutin tiap pagi. Mengapa?Karena saat tidur malam, tubuh kita telah berpuasa 7-8 jam. Selama itu tubuh secara alami menurunkan aktivitas metabolismenya dan menggunakan energi dan nutrisi yang ada di dalam tubuh.

Itulah sebabnya sarapan menjadi sangat penting, karena dapat memberi nutrisi yang dibutuhkan tubuh, meningkatkan stamina otak, membantu metabolisme tubuh bekerja maksimal sehingga kalori mudah terbakar dan menurunkan resiko diabetes.
orang yang melewatkan makan pagi cenderung memilih makan siang yang menggugah selera, which is lebay kalori dan lemak
Akan tetapi, kunci sarapan sehat terletak pada apa yang disantap, bukan asal kenyang.
Idealnya sarapan mengandung nutrisi lengkap yang dibutuhkan tubuh, yaitu makronutrisi (karbohidrat, protein, lemak) dan mikronutrisi (mineral dan vitamin). Kesemuanya mempunyai fungsi masing-masing yaitu sebagai sumber tenaga, pembentukan hormon, meningkatkan fungsi tubuh, antioksidan dan meregenerasi sel yang rusak.

Namun itu saja belumlah lengkap. Hendaknya makanan kita juga mengandung phytonutrisi, yaitu nutrisi  yang hanya terdapat pada tumbuhan segar. Phytonutrisi berfungsi sebagai pencegahan semua penyakit kronis termasuk kanker, dan juga bisa membantu proses detoksifikasi.

Untuk mendapatkan kandungan phytonutrisi yang maksimal, bisa didapat dengan makan sayuran mentah atau bahasa kerennya raw food. Orang Jawa atau Sunda menyebutnya lalapan.
Namun alih alih mendapatkan phytonutrisi tinggi, malah bisa-bisa kita dapat masalah baru karena ternyata sayuran yang dikonsumsi tercemar pestisida atau kandungan berbahaya lainnya. 

Nah, menjawab kebingungan ini, Melilea sebagai pelopor makanan organik hadir memberi solusi. Konsep Natural Organic Whole Food diusung dengan maksud makanan yang dikonsumsi sama seperti saat makanan tersebut berada di alam.

Melilea sebagai penyedia bahan pangan organik bintang lima, menyediakan sarapan yang sehat dan tentunya praktis. Ada tiga produk kece kaya manfaat. Ketiganya adalah:
  1. Greenfield Organic Melilea; mengandung lebih dari 20 jenis tumbuhan, biji-bijian, sayuran serta rempah dari pertanian organik.

    Hasil gambar untuk melilea
  2. Apple Orchard Melilea; terdiri dari campuran buah-buahan konsentrat yang 100% organik, tanpa tambahan pemanis buatan dan pengawet.


  3. Soya Melilea; merupakan minuman serbuk kedelai organik.
    Hasil gambar untuk melilea
Cara mengonsumsinya cukup mudah. Tinggal tuang air dingin 300ml ke dalam shaker, masukkan 3 sendok takar Apple Orchard dan 2 sendok takar Soya Melilea, tutup sebentar lalu kocok sampai merata. kemudian tambahkan 1 sendok takar Greenfield Organic, tutup dan kocok lagi beberapa saat. Segera minum sampai habis. Tunggu sekitar 30 menit baru boleh minum air putih. Ini dimaksudkan agar minuman Melilea telah cukup menempel di dinding usus kita.
Dengan rutin mengonsumsi Melilea, maka jangan kaget kalau akan ada banyak perubahan positif di tubuh kita. Itu karena Melilea membantu sistem Naturopathy, dimana tubuh bisa menyembuhkan dirinya sendiri. Ada 4 langkah naturopathy, yaitu
  1. Usus dibersihkan dari segala racun  yang menempel
  2. Liver dibersihkan sehingga fungsi liver pun normal dan meningkat
  3. Metabolisme diperbaiki, dan
  4. Regenerasi sel.
Nah, melihat begitu banyak manfaat sarapan, apa iya masih mau melewatkan begitu saja? Yuk sarapan sehat, karena sarapan itu penting!


Tulisan ini diikutsertakan pada Lomba Blog Sarapan Sehat dengan Melilea Organik.






tips

Mesra dengan Mertua (2); Tips Meredam Konflik

Mei 08, 2016

sumber foto: akhwatindonesia.net

Dear Kawans,
Ini adalah bagian ke-2 tulisan dengan tema ini.

Maksud hati sih udah dari kemarin-kemarin posting lanjutan tulisan ini, tapi apalah daya waktu dan tenaga sudah terkuras untuk kegiatan lain *alesan! :)

Kawans,
kalau kemarin kita sudah mencari tahu tentang hal-hal yang sering jadi penyebab munculnya konflik mertua-menantu, nah, sekarang simak yuk bagaimana cara meredam konflik tersebut.

Sesuai pengalamanku jadi menantu, 8 hal berikut sangat keren untuk dilakukan sebagai pendingin konflik. Apa saja?
  1. Tidak ikut emosi dan mengalah.
    Saat gesekan melanda, jangan sekali kali kita larut dan menuruti emosi untuk melawan. Mundur sejenak dan mengalah tidak ada salahnya. Menuruti emosi bukan hanya tidak menyelesaikan masalah, tapi juga malah bisa menambah masalah baru.
  2. Menahan diri dan menghindari banyak bicara.
    Masih berkaitan  dengan poin 1, berusahalah menahan diri untuk tidak bereaksi secara negatif  sehingga berpotensi melukai hati mertua. Salah satu hal yang aman adalah batasi bicara kita. Tidak untuk niat mendiamkan beliau, melainkan supaya tidak berkata hal yang tak perlu saja. Boleh membela diri, boleh berargumen, tapi sampaikan dengan lemah lembut.
  3. Menghargai pendapat dan berprasangka baik.
    Sebenar apapun kita, tetaplah hargai buah pikir mertua. Sebagai orang tua, pastilah beliau lebih kaya pengalaman dibanding kita. Cobalah selalu untuk berpikir positif yang bisa mendatangkan prasangka baik. Prasangka baik ini akan mempengaruhi suasana hati pemiliknya menjadi lebih adem dan selow :)
  4. Perkecil masalah.
    Ini tentang sudut pandang kita tentang masalah. Jika dipandang besar, tentu akan berat menjalani. Tapi jika dipandang kecil, pastinya juga akan ringan. Ingat, masalah itu diciptakan sepaket dengan solusinya. Jadi yakin deh, gak ada masalah yang gak ada solusinya.
    Udah, yakin aja. Jangan banyak nanya gimana bisa yakin. :)
  5. Jangan malu minta maaf.
    Masak sih kudu minta maaf duluan, kan aku gak salah! Justru salah kalau mikirnya gitu.
    Jika ada dua pihak yang sedang berseteru, hampir bisa dipastikan bahwa masing-masing pihak merasa dirinya paling benar dan pihak lainlah yang salah. Nah, di sini yang sering lupa. Bahwa jika ada suatu masalah, tentunya sedikit banyak ada peran dari kedua belah pihak hingga tercipta masalah tersebut. Maka gak ada salahnya, dong, kita sebagai yang muda minta maaf dulu pada beliau. Terlepas dari siapa yang salah atau pun nanti maaf kita diterima atau tidak, kebesaran hati kita melakukan itu akan membuat kesan tersendiri di hati  beliau.
  6. Pahami pribadi dan latar belakang mertua kita.
    Dengan mengetahui bagaimana sifat dan kepribadian mertua, tahu apa saja kesukaan dan ketidaksukaan beliau, serta tau latar belakang beliau, kita bisa menyesuaikan dalam bersikap dan mahfum atas sikap beliau.
  7. Beri pelukan dan pujian.
    Kadang sikap atau ucapan mertua yang kita rasa kurang enak tanpa kita sadari justru karena beliau merasa kurang diperhatikan, lho. Nah, disini kita kudu peka melihat situasi. Jangan baperan. Beri deh beliau sebuah pelukan hangat atau pujian kecil tapi tulus. Dijamin hatinya lumer deh.. :)
  8. Ikhlas.
    Ini sangat utama. Memang tidak mudah, tapi bisa diusahakan. Selalu ingat, tanpanya tak mungkin terlahir lelaki yang menjadi suami kita. Mertua adalah orang tua kita juga. Menghormati, menjaga dan menyenangkan hati beliau adalah kewajiban kita pula. Sebuah kewajiban yang tak diragukan lagi perintah maupun imbalannya. Dengan memelihara ikhlas di hati, maka semuanya tak lagi menjadi beban. 
Jadi gitu, biasanya aku lakukan itu. Eh, tapi jangan dikira aku makhluk sempurna yang tak pernah tergoda hawa napsu, lo, ya.

Pernah suatu kali aku dan ibu mertua mengalami friksi. Aku yang merasa tidak berbuat salah kok dianggap salah dan selalu disudutkan. Saat itu aku merasa harus membela diri. Sekalimat ucapannya kubalas sekalimat. Setinggi nada bicaranya setinggi itu pula nadaku. Kami saling adu argumen namun tanpa kontrol emosi.
Saat itu aku merasa puas dan lega karena berhasil membela diri dan mengeluarkan unek-unekku. Namun apa yang kuterima sejurus kemudian? Beliau tenggelam dalam isak dan air mata di sudut ranjangnya. Ya. Aku berhasil membuat wanita sepuh itu menangis. Disitu aku bahkan tak ingin mengampuni diriku sendiri.
So, jangan ditiru, ya.

Lalu, cukupkah hanya kita sebagai istri dan menantu yang harus meredam dan mengantisipasi konflik sendirian? Tentu tidak. Kita pasti butuh dukungan pasangan. Dan peran suami pun menjadi kunci penentu mesra tidaknya hubungan kita dengan mertua. Nanti ya, aku bahas di bagian selanjutnya tulisan ini.

Semoga tips di atas cukup jitu. Tetap cantik dan jadi menantu keren, ya, Kawans.

Salam.