lomba

Jeprat Jepret Bikin Baper

Maret 03, 2017

http://www.gandjelrel.com/2017/02/blogging-competition-jepret-kuliner-nusantara-dengan-smartphone.htm

Selain keluarga, apa yang bisa membuatmu rindu rumah? Kalau aku jawabnya: makanan!
Ya, makanan kampung halaman selalu menempati ruang tersendiri di hati. Dan lidah tentunya.

Satu hal yang amat aku syukuri adalah aku tidak perlu pergi jauh-jauh pulang kampung jika kangen merasakan kuliner tradisionalnya. Tahu kenapa? Ya kan sekarang aku tinggal di kampung... :) Meski Temanggung adalah kampung halaman suami, tapi sudah seperti tumpah darahku sendiri.

Hal lain yang membuatku bahagia adalah letak pasar yang berhadapan dengan rumah. Serasa surga.. hehe.  Tinggal nyebrang dan pilih mana yang disuka. Ini pula yang sering bikin kakak ipar cemburu. Karena dia harus menunggu libur lebaran untuk bisa njajan sepertiku.

Dan sepertinya dia akan semakin baper kalau lihat jajan pasar dalam foto-foto berikut.


KLEPON
Dibuat dari tepung ketan yang diuleni dengan air dan sedikit garam. Dibentuk bola, diisi gula merah lalu direbus. Disajikan dalam baluran kelapa parut. Ada sensasi tersendiri saat menyeplus si klepon ini dan gulanya mengucur. slrruupp... manis dan gurih pecah di mulut.





GETUK

Siapa pun pasti tahu makanan ini. Berbahan dasar singkong yang dikukus  dan ditumbuk sampai halus benar, lalu diberi gula pasir atau gula jawa dan dicetak. Tidak banyak yang tahu bahwa getuk ini mempunyai filosofi yang bagus. Konon ceritanya, pada waktu penjajahan dulu rakyat kita kesulitan mendapatkan beras yang merupakan makanan pokok. Lalu warga melihat banyak pohon singkong, pohon segala musim dan mudah hidup di mana saja. Kemudian muncullah ide untuk mengolah singkong menjadi makanan sehari hari, salah satunya menjadi getuk ini.
Getuk ini melambangkan kesederhanaan dan kemampuan mengolah potensi yang kita miliki secara aktif dan kreatif sehingga mandiri dalam berbagai macam situasi. Keren kan? Jadi jangan pernah merasa jadi kawula alit ya kalau makan getuk ini. :)





KETAN JALI
Ketan jali ini berasal dari biji jali yang  bahasa Latinnya Coix lachryma-Jobi L, atau pearl barley dalam bahasa Inggris. Biji jali berbentuk bulat dan berwarna putih. Mengandung serat yang tinggi sehingga baik untuk pencernaan. Dimasak seperti mengukus beras ketan, Jali yang putih bersih ini disajikan dengan taburan kelapa parut yang dimasak dengan gula jawa (enten enten). Ketan jali ini jajan pasar favorit almarhum ibu mertua. Lalu selanjutnya ada...



KETAN LOPIS
Lopis adalah lontong yang terbuat dari beras ketan. Jadi ketan lopis keduanya sama sama ketan. Hanya bedanya pada cara memasaknya, jika ketan dikukus sedang lopis dibungkus daun dan direbus. Dalam penyajiannya lopis dipotong potong, diletakkan bersanding dengan ketan lalu ditaburi kelapa parut dan kuah gula jawa (kinca).

See? Apa kesamaan dari keempat jajan pasar di atas? Semuanya memakai kelapa parut dan gula jawa, kan. Itu juga ada filosofinya. Apa? Laksana bendera kebangsaan kita, melambangkan keberanian dan kesucian. Eh, kalau ini bisa-bisanya aku, ding. Yang pasti perpaduan kelapa parut yang gurih dan gula jawa yang manis adalah perkawinan yang sempurna.


Hai kakak ipar, gimana? Sukses baper kaann..? Maaf ya, habis gimana lagi, mau kirim ini ke Jakarta takutnya malah basi di jalan. Jadi ya bisanya kirim kabar sama kirim foto. Yekaann??

Eh, tapi kakak ipar pasti lebih baper kalau aku motret semua jajanan ini pakai hape ASUS ZenFone. Tau sendiri kan, cuaca di sini yang sering mendung berkabut gitu kadang bikin hasil foto yang kurang cerah. Tapi ASUS ZenFone dengan mode PixelMaster Camera handal digunakan dalam berbagai cuaca. Bahkan cahaya redup sekali pun tak menghalangi untuk menghasilkan gambar yang cerah dan tetap tajam.


Tuh kan, cling kan gambarnya? Jadi makin mantep kulinerannya kalau bawa smartphone kece ini. Ringan, stylish dan benar benar cerdas. Mau kulineran di tengah pasar, kaki lima sampai resto mewah, tinggal jeprat jepret lalu santap. Eits, jangan lupa berdoa yaa...
I miss you, kakak ipar... :)

Artikel ini diikutsertakan pada Blogging Competition Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone yang diselenggarakan oleh Gandjel Rel.