Pusaka Tigade, Wahana Foto 3 Dimensi di Sukorejo

Mei 29, 2017

Hai, apa kabar kalian hari ini? Semoga sehat dan lancar puasanya, ya. Yups, ketemu lagi dengan Ramadhan, yang artinya Lebaran dan liburan pun akan menyusul kemudian. Nah, bicara liburan, supaya besok kalau pas liburan sudah tiba kita gak bingung lagi cari tujuan wisata, ini nih hadir lagi satu wahana wisata asik di Sukorejo. Apa? Sukorejo? Mana tuh? sik bentar, kita kenal dulu dengan kota Sukorejo, yuk.

Sukorejo adalah sebuah kota kecamatan di wilayah Kabupaten Kendal, sekitar 70 km barat daya Semarang. Sejarah mencatat, pada tahun 1947 Sukorejo pernah menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Kendal dalam pelarian. Dan jika dilihat dari segi perekonomian, Sukorejo menjadi pasar yang ramai dan potensial, karena merupakan pusat perekonomian bagi tiga kecamatan di sekitarnya. Selain itu Sukorejo juga menjadi jalur perdagangan antara Kabupaten Temanggung dan Kendal. Oya, perlu diketahui di Sukorejo ini pasar tradisionalnya merupakan pasar tradisional terpanjang sekabupaten, yaitu dimulai dari alun-alun kota sampai terminal. Yes, rame banget memang pasarnya.

Jujur saja, aku juga baru dua kali menginjakkan kaki ke Sukorejo ini. Pertama, saat pulang dari mengunjungi anak sulung yang praktek dakwah lapangan di Kendal, dan minggu lalu saat ada undangan dari mak Fenty seorang sahabat pemilik wahana Pusaka Tigade ini.

Ketika tahu ada undangan untuk blogger Gandjel Rel dari mak Fenty, tentu saja aku semangat banget. Secara Sukorejo gak begitu jauh dari Temanggung, tempat tinggalku kini. Dari rumah sengaja aku menjajal naik angkutan umum. Tidak sulit karena ada bis jalur Magelang-Sukorejo yang lewat depan rumah. Asik juga naik bis ini. Meski perut agak mual tapi banyak cerita yang kudapat. Aku lumayan ngobrol banyak dengan ibu di sebelahku dan juga kernet bis. Pendekatan dengan kernet kuanggap perlu untuk tanya-tanya di mana nanti aku turun dan ganti kendaraan ke lokasi. Perjalanan normal sih sekitar 1 jam 15 menitan. Tetapi kemarin agak lama karena sedang ada proyek pengecoran jalan di beberapa titik.

Turun di terminal Sukorejo, aku langsung menghampiri tukang ojek yang mangkal di depan terminal. Minta diantar ke lokasi yang jadi satu dengan area Rumah Makan Sate H.Subali. Dalam hitungan menit sampailah aku di pelataran rumah makan itu. Dan langsung bergabung dengan embak emak unyu nan jelita yang sedang menyantap hidangan dari mak nyonya rumah. Apa lagi kalau bukan sate dan kerabatnya seperti gule dan tongseng. slruuupp...

Setelah menunaikan hak perut yang mengerang selama perjalanan tadi, kami diajak memasuki area yang dinanti-nanti. Adalah dia Pusaka Tigade, wahana foto tiga dimensi yang kekinian. Jika wahana foto 3 dimensi yang telah ada sebelumnya hanya ada di kota-kota besar macam Jakarta, Bandung, Jokja dan Semarang dan mampu menyedot rasa penasaran siapa pun, aku yakin Pusaka Tigade pun demikian pula. Akan menjadi daya tarik wisata baru, terutama bagi warga setempat dan kota-kota sekitar.

Pusaka Tigade ini telah dilaunching pada Sabtu, 20 Mei 2017 dan diresmikan pembukaannya oleh Wakil Bupati Kendal. Tiket masuk wahana ini sangat murah, hanya Rp 10.000,00 selama masa promo (sebulan) dan setelahnya berlaku harga biasa Rp 20.000,00.

Wahananya sendiri tidak begitu luas, namun obyek gambar yang disediakan cukup banyak dan beragam. Mulai dari patung Hulk dan Hellboy ukuran raksasa, beragam gambar 3D, frame foto besar yang bisa digunakan untuk narsis, kamar terbalik, sampai aneka properti foto yang unik.
 
Jika kalian bingung dengan pose dan ekspresi yang tepat, tenang aja, ada mbak pemandu yang siap membantu mengarahkan. Juga bisa bantu motretin sekalian :)
 
emak pecicilan
spidermom
Tapi lebih seru kalau ke sininya rame-rame bareng keluarga atau temen geng :) bisa eksplor semua gambar yang ada.


Selain gambar 3 dimensi, ada juga action figur dalam ukuran yang sebenarnya. Selain banyak juga action figur mini yang merupakan koleksi ribadi sang pemilik yang penghobi mainan.
 
 

Pusaka Tigade ini digagas oleh mas Choirul Amin (suami mak Fenty) yang sering dipanggil Ruli atau Amin. Sedangkan kreator wahana ini adalah pamannya sendiri, Om Azis.

Di depan wahana ini terdapat taman bermain anak, dan juga beberapa kandang binatang peliharaan adik mas Amin. Si adik hobi memelihara binatang, dari ayam sampai kura-kura. Bahkan binatang yang tak lazim dipelihara seperti buaya pun ada di sini. Juga ada ayam kate, ayam kipas dan kalkun yang mulai langka. Di taman bermain ini disediakan juga mobil mainan yang bisa disewa seharga R 5.000,00 per 15 menit, dan ada juga power balance dengan harga sewa Rp 15.000,00 per 15 menit. Murah banget kan?


Bisa-bisa lupa waktu deh, kalap nyari pose terasik buat dipotret. Pokoknya jangan sia-siain deh, ambil foto sebanyak-banyaknya mumpung ke sini. Jangan kalah sama emak-emak berikut niy. 😛


Setelah dirasa cukup meluapkan hasrat narsis para embak emak ini, Mas Amin mengajak kami melihat bidang usaha Pusaka Grup yang lain. FYI, Pusaka Grup adalah perusahaan keluarga yang dibangun oleh ayahanda Mas Amin, yaitu Bapak HR Mastur, SH, MSi. Sejak muda beliau dikenal sebagai pengusaha yang ulet, cerdas dan tahan banting. Sempat mengalami jatuh bangun dalam merintis dan merawat usahanya. Berkat kesabaran dan manajemen keluarga yang baik, maka bertahanlah Pusaka Grup hingga sekarang dengan jenis usaha meliputi  toko emas, koperasi simpan pinjam, toko busana, toko mainan, toko handphone, stasiun radio, warung sate H. Subali, franchise Rocket Chicken hingga minimarket. Pokoknya melayani setiap sendi kebutuhan dasar manusia. Tak hanya itu, di samping wahana Pusaka Tigade juga terdapat Pusaka Futsal. Dan tak kalah seru, ternyata masih ada sektor usaha Pusaka Grup yang lain adalah peternakan ayam petelur sekaligus pengolahan pakan ayam.
ck ck ck... sungguh keren sekali ya.

bareng blogger gandjel rel
Banyak hal yang aku dapatkan dalam perjalanan setengah hari kemarin dan hasil ngobrol bareng mas Amin. Antara lainnya seperti berikut:
1. Jeli melihat peluang.
Bertempat tinggal di dekat Puskesmas, di mana banyak dirawat anak-anak kecil, mas Amin inisiatif membuka toko mainan. Logikanya, meskipun tak butuh, tapi jika anak sudah ingin beli maka tetap akan beli. Cerdas!
Lalu jika anak sudah beli mainan, jika haus dan lapar, maka disediakan pula di sampingnya Rocket Chicken. Di mana anak yang susah makan akan jadi gampang kalau dibawa masuk ke sini. Yes. Pasti laku. hehe..
2. Usaha dari HOBI
Hobi olah raga, kenapa tidak bikin arena futsal saja. Hobi ngumpulin mainan, kenapa tidak diberdayakan sekalian. Hobi miara binatang, kenapa tidak bikin kebun binatang sekalian. Hobi tersalurkan, orang senang, dapet wawasan, pun rejeki datang. Yak sip!
3. Manajemen yang rapi.
Meski ini usaha keluarga, tidak serta merta jika si anak ingin membuka usaha sesuatu lalu ayahanda begitu saja  mencairkan modal. Tidak. Untuk membuka Pusaka Tigade ini mas Amin sudah sejak tiga tahun lalu menggagasnya lalu mengajukan proposal juga. Dan baru terealisasi di tahun ini.

Nah untuk lebih tahu dalem dalemnya Pusaka Tigade boleh deh intip dulu di video ini.


Ulalaa... tak terasa sore menjelang. Aku harus mengejar bis kembali ke Temanggung. Lelah raga tak terasa, yang ada puas di jiwa. 😚 Kalau ada sumur di ladang, boleh numpang nyuci ya mbokde. Kalau ada umur panjang, jangan ragu main ke Pusaka Tigade *maksa yo ben

mbokde ngadhang bis balik manggung kiye..


PUSAKA TIGADE
Jam buka: 09.00-21.00
Lokasi : Jl. Banaran No. 3 Sukorejo
IG : @pusakatigade

You Might Also Like

19 komentar

  1. murah banget mba pdahal tmpatnya kece instagramable banget yah 👌 aku blm prnh ke Sukorejo smg someday bisa kesana

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, murah. yuk main ke sini.

      Hapus
  2. Keren ya mbak din, bisnisnya banyak dan jalan terus kerenlah ya 😊

    BalasHapus
  3. Keren ya mbak din, patut dicontoh manajemen bisnisnya siiplah 😊

    BalasHapus
  4. iya keren banget tempatnya. semoga bisa mampir ke sana suatu saat nanti :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. kabar kabari aja mbak Tut kalau ke Jateng, tar mampir sini

      Hapus
  5. Mbak Din bahasamu kwkwkwkw kudu guyu.
    Yok Kapan jelong-jelong maning.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayook... jelong jelong siapa takuut..

      Hapus
  6. Mbokde, bis nya gak lewat situ deh, hihii

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang lewat pick up ngangkut sayuran mbaak. hahaa

      Hapus
  7. Inspiratif tuh tips2 usahanya.
    Contekable banget mesti.

    Jalan rayane ketoke ujunge nang Rinjani deh..
    *ehlho

    BalasHapus
  8. Makin banyak orang kreatif. BTW, itu Mbak Dedew yang kaus merah, kah? Hihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, kaus merah Dedew maknya anak kos dodol

      Hapus
  9. waaa keren banget, anak2 pasti seneng nih diajak ke sini :)

    BalasHapus
  10. apik ya mbak..duh jadi pingin kesana nih kapan2

    BalasHapus
  11. Keren yaaa. Nyesel nggak ikutan :(

    BalasHapus