Langsung ke konten utama

Bisnis Rumahan Impianku, Jadi Ibu Kos yang Direktur Bimbel

Hai hai, lumayan lama absen ngeblog nih, sampai dikejar-kejar mak admin Gandjel Rel ditagih utang. Duh..
Oke deh mak, sekarang saya mau rajin deh *semoga bukan janji dusta 😌

Jadi di arisan periode 9 nih yang narik tema adalah mbak Wahyu dan Bunsal. Mbak Wahyu nih blogger asli Sumowono, sebuah desa kecil di wilayah Kabupaten Semarang. Dia ibu dua putra yang juga pemilik warung rica rica yang endes. Selain ngeblog dan aktif nulis buku mbak Wahyu ini juga hobi melukis. Aktif banget deh pokoknya. Blognya adalah www.awanhero.com

Sedangkan Bunsal yang bernama asli Muslifa Aseani, blogger yang tinggal di Lombok ini juga ibu dua putra. Sebagai blogger dia cukup aktif mempromosikan wisata daerahnya. Bisa diintip blognya www.muslifaaseani.com

Nah, tema yang mereka lempar nih menarik. Yaitu tentang bisnis rumahan impian. Asiik...
Eh beneran loh, sejak mereka melempar tema ini terus mau gak mau saya jadi mikir keras: memang sudah seharusnya punya bisnis rumahan yang tahan lama dan bisa diwariskan.
Tapi kira-kira apa ya?

Bicara bisnis rumahan, sebenarnya sih saya beberapa tahun ini sudah menjalani usaha di rumah juga, sih. Sebagai contoh usaha yang sudah saya jalankan yaitu buka les lesan yang bahasa kerennya bimbel untuk anak TK dan SD dan buka usaha kos. Tapi meski demikian, ingin banget bisa membesarkan dan melebarkan usaha yang sudah ada ini, sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi lebih banyak tetangga. :)

Alhamdulillah bimbel yang saya jalankan sendiri ini sekarang sudah mulai berkembang dengan 3 orang asisten yang membantu mengajar. Ke depannya, saya ingin bimbel yang kami rintis ini bisa melayani lebih banyak siswa dan lebih banyak kelas belajar yang tersedia. Saat ini baru melayani untuk kelas belajar membaca-menulis, kelas matematika hitung jari, kelas bahasa Inggris dan kelas mapel untuk sekolah dasar. Ingin juga bisa membuka kelas seni yang lain seperti kelas menggambar dan melukis. Namun demikian, untuk usaha ini saya tidak semata-mata untuk mencari penghasilan saja. Namun awal usaha ini memang didasari keprihatinan yang dalam akan kurangnya fasilitas belajar di daerah ini yang sangat tidak seimbang dengan menjamurnya usaha game online di sekitar rumah kami.

Usaha kedua yang merupakan usaha yang dirintis oleh ibu mertua adalah kos kosan. Bukan kos yang mewah, tapi sederhana pakai banget. Penghuni kos juga bukan anak kuliahan yang unyu unyu, tapi para perantau yang berjualan di pasar dekat sini. Ada yang orang Semarang, Wonogiri, Kebumen bahkan Tasikmalaya. Tapi justru dari mereka saya banyak belajar tentang semangat bekerja. Rata-rata usianya di atas saya. Kalau dibilang bisnis kos ini untung, ya memang lumayan ada untungnya. Paling nggak sih adalah yang untuk bayar listrik air tiap bulannya.

Meski demikian, tentunya saya juga masih punya keinginan untuk membuat kosan ini makin bagus dan lebih menghasilkan. Apalagi mulai banyaknya pabrik berdiri di kecamatan ini. Doakan ya, semoga saya bisa membaguskan usaha kos ini.      
Idealnya sih pengen bikin kos khusus putri yang syar'i, bersih dan bagus. Lengkap dengan segala fasilitas dan juga kolam renang. Jadi kan enak tuh, kalau mau renang gak tinggal nyebur aja. 

Baidewei, saya tetap selalu bersyukur dengan segala yang ada sekarang. Namun impian tetap harus diusahakan. Ya kan, temans?

Semoga juga impian kalian semua yang membaca postingan ini juga dimudahkan dan mewujud nyata. Aamiin.

Komentar

  1. Aku juga mupeng loh bisnis kos ini Mbak Dini. Btw kalo mulai dari awal modal selangit ya, uhuksss... moga makin sukses ya Mbak. Dan tentu aja bisnis kos ini ngebantu orang2 luar yg gapunya rumah. Itu kerennn!! SUkses Mbak Din, maturnuwun ya :) baru sempat mampir, uhuksss...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jeprat Jepret Bikin Baper

Selain keluarga, apa yang bisa membuatmu rindu rumah? Kalau aku jawabnya: makanan! Ya, makanan kampung halaman selalu menempati ruang tersendiri di hati. Dan lidah tentunya.
Satu hal yang amat aku syukuri adalah aku tidak perlu pergi jauh-jauh pulang kampung jika kangen merasakan kuliner tradisionalnya. Tahu kenapa? Ya kan sekarang aku tinggal di kampung... :) Meski Temanggung adalah kampung halaman suami, tapi sudah seperti tumpah darahku sendiri.
Hal lain yang membuatku bahagia adalah letak pasar yang berhadapan dengan rumah. Serasa surga.. hehe.  Tinggal nyebrang dan pilih mana yang disuka. Ini pula yang sering bikin kakak ipar cemburu. Karena dia harus menunggu libur lebaran untuk bisa njajan sepertiku.
Dan sepertinya dia akan semakin baper kalau lihat jajan pasar dalam foto-foto berikut.

KLEPON
Dibuat dari tepung ketan yang diuleni dengan air dan sedikit garam. Dibentuk bola, diisi gula merah lalu direbus. Disajikan dalam baluran kelapa parut. Ada sensasi tersendiri saat menyeplus si…

Most Wanted di Meja Makan saat Ramadhan

Alhamdulillah bertemu lagi dengan Ramadhan bulan mulia. Bulan penuh keberkahan dan ampunan. Semoga ibadah puasa kita lebih semangat ya, di Ramadhan ini.
Beberapa hari lalu di grup blogger embak emak kece dari Semarang dirandom kocokan #arisanbloggandjelrel putaran kedua. Dan yang keluar namanya adalah Mbak Hidayah Sulistyowati atau sering dipanggil mbak Wati, seorang ibu dua putra yang sudah remaja. Mbak Wati termasuk blogger senior yang tetap rendah hati dan berpikiran terbuka, juga teman ngobrol yang asyik. Blog mbak Wati isinya macam-macam, tapi yang paling aku suka kalau baca tulisan mbak Wati tentang kuliner dan jalan-jalannya. Nama kedua yang keluar adalah Ika Hardiyan Aksari, ibu satu balita yang bernama Kak Ghifa, seorang guru honorer yang sabar dan selalu semangat mendidik muridnya dengan cinta. Meski dari segi umur dia jauh di bawahku, namun aku banyak belajar tentang kesabaran dan ketulusan dari membaca blognya. Pada arisan kali ini duo emak kece itu melempar tema yang pas…

Icip-icip Bakso Jimat Temanggung

Hai..., Februari masih sering turun hujan aja nih, ya? Ya iyalah, namanya juga masih tetanggaan sama Januari yang hujannya sehari-hari :)
Hujan-hujan enaknya ngapain? makaann!!! (eh, siapa yang teriak paling kenceng tuh?) oh, ternyata suaraku dewe :)) Jadi gitu, deh, kalau lagi ngumpul dan suasana dingin dingin mesrah pasti lebih komplet kalau sambil makan bareng. Ngobrol jadi lebih seru. Apalagi kalau santapan itu cocok sama lidah anak-anak, mereka jadi lebih seru juga ceritanya. 
Kata bapak guruku dulu, kalau kita akan menyampaikan sebuah nasehat ke anak kita, salah satu waktu yang efektif adalah saat mereka merasa kenyang dan santai. Coba anak diajak jajan bakso (kalau dia suka bakso, ya), nah saat dia merasa keenakan dengan baksonya itu kita masukkan pesan yang ingin kita sampaikan. Secara lahir dia mungkin tidak begitu serius menanggapi, tapi otaknya insyaallah menyimpan pesan itu. 
Dan berhubung diriku adalah anggota IIDB (ibu ibu doyan bakso) *lalu digetok teh Indari Mastuti, maka k…