Langsung ke konten utama

Lactacyd Baby, Sahabat Ibu Merawat Kulit si Buah Hati

Memiliki buah hati tentunya merupakan anugerah yang mengalirkan keriangan. Namun seketika bisa berubah abu-abu jika tidak disertai pengetahuan yang memadai tentang perawatan bayi. Dan itulah yang terjadi pada saya dulu.

Shofi, anak ketiga lahir sesaat setelah salat Idul Fitri sebelas tahun silam. Semua keluarga gembira menyambut kelahirannya, terutama bapak ibu mertua karena akhirnya ada salah satu cucunya yang lahir di kampung beliau. Senangnya si Eyang... 

Namun sepuluh hari setelahnya, suka cita dan keseruan murni menjadi milik saya dan suami. Karena kami harus meninggalkan Temanggung dengan segala kesejukannya dan kembali ke Semarang yang panas merona. Welkam, baby Shofi....

dahi dan dada kemerahan, mruntusnya mulai menipis

Perbedaan suhu yang drastis langsung berimbas kepada perubahan di kulit Shofi. Baru beberapa hari di Semarang, muncul bintik bintik halus di dahi dan punggungnya. Bintik-bintik itu makin hari makin jelas dan kemerahan. Sudah bisa ditebak, dia kena biang keringat. Rasa gatal dan panas yang dirasakan bikin dia rewel, karena biang keringatnya makin menyebar. Belakangan saya baru tahu kalau biang keringat ini terjadi akibat adanya penyumbatan pada pori-pori sehingga keringat tidak bisa keluar. Padahal keringat Shofi sangat melimpah ruah :)

Berbeda dengan kedua kakaknya yang keadaan kulitnya aman-aman saja, saya lumayan bingung saat menghadapi keadaan ini. Lalu ada teman yang menyarankan untuk memberi cairan antiseptik pada air mandinya. Namun keadaan tidak makin membaik. Malah kulitnya jadi mengering. Duh, kasian anak cantik... :(

Lalu inisiatif saya untuk mengurangi rasa gatalnya, saya taburkan bedak gatal ke seluruh kulitnya yang terkena biang keringat. Ada beberapa yang membaik, namun permukaan kulit di dahinya malah kering hingga mengelupas. Bingung bin sedih juga kasihan melihatnya. 
Hingga menginjak usia balita Shofi masih sering terkena biang keringat ini.


Menyesal tidak tahu dari dulu

Penting banget untuk selalu mencari tahu dengan benar, tidak hanya katanya katanya saja. Apalagi coba-coba tanpa ilmu seperti saya dulu. *emak dudul

Ternyata, setelah sekarang emak gape browsing, baru tahu kalau cairan antiseptik itu tidak cocok dan malah bisa berbahaya jika digunakan untuk bayi. Karena cairan itu hanya cocok untuk kulit orang dewasa yang jelas berbeda dengan kulit bayi.
Beberapa perbedaan kulit bayi dan dewasa adalah:
  • kulit bayi lebih sensitif dengan PH 6-7 sedangkan kulit dewasa ber-PH 3-4
  • kulit bayi lebih tipis 40%-60% dibanding orang dewasa
  • memiliki struktur dan ikatan antar sel yang lebih renggang dibanding kulit dewasa
  • kulit bayi memproduksi kelenjar keringat dan kelenjar minyak yang lebih sedikit dibanding kulit orang dewasa.   

Pantas saja dulu kulit Shofi sampai kering mengelupas begitu, ya. Maafkan ibumu yang kurang cerdas ini, Nak. Malah sekarang baru tahu ternyata ada sebuah produk perawatan kulit bayi yang bisa membantu mengatasi berbagai masalah pada kulit bayi, seperti iritasi ringan, biang keringat hingga ruam popok.

Lactacyd Baby, adalah  #BabySkinExpert yang sangat bersahabat dengan kulit bayi yang sensitif. Merupakan brand internasional yang terpercaya menjaga kulit bayi dari iritasi ringan dan bisa diandalkan untuk menemani ibu dalam merawat dan menjaga kesehatan kulit si baby.

#LactacydBaby memiliki beberapa keunggulan antara lain:
  • diproduksi setelah melalui serangkaian uji klinis
  • sangat aman karena berbahan dasar air dan alami 
  • tidak berbusa karena tidak mengandung deterjen
  • tidak mengandung pewangi, itu sebabnya Lactacyd Baby tidak seharum sabun biasa
  • kandungan PH 3-4 yang mampu menyeimbangkan kondisi kulit sensitif bayi yang ber PH tinggi yaitu 6-7
  • mengandung Lactoserum dan Lactic Acid dari ekistrak susu yang membersihkan dan merawat kulit bayi serta menjaganya agar tetap bersih dan sehat
Cara pemakaian #LactacydBaby ini pun cukup mudah. 
  • Untuk mandi sehari-hari, cukup encerkan 2-3 sendokteh atau sekitar 5ml ke dalam wadah mandi. Lalu gunakan mandi, gosok badan bayi dengan lembut, lalu bilas dengan air bersih.
  • Untuk mandi anak-anak bisa digunakan seperti memakai sabun cair lalu bilas dengan air bersih. Aman untuk wajah anak maupun bayi.
  • Bisa juga digunakan untuk merawat kulit kepala. Caranya gunakan seperti memakai sampo.
  • Untuk kulit yang terkena iritasi seperti ruam popok atau biang keringat, tuangkan #LactacydBaby secukupnya ke atas kapas lalu gosokkan secara perlahan ke kulit yang iritasi. 
Alhamdulilah sekarang sudah tahu dan kenal akrab dengan Lactacyd Baby ini. Jadi ketika ponakan saya tersayang si cantik Alaika terkena iritasi kulit di kakinya kemarin, saya bisa menyarankan ke ibunya untuk menggunakan #LactacydBaby.
gambar kanan, gangguan kulit mulai menipis setelah 2 hari pemakaian

Sekarang, baik saya maupun adik saya selalu sedia Lactacyd Baby di rumah. Bahkan Shofi meskipun sekarang sudah berumur 11 tahun pun tetap saya pakaikan #LactacydBaby untuk merawat kulit sensitifnya. Kalau begini sempat menyesal juga, kenapa gak tahu dari dulu ya? hihi.
Oya, kalau dilihat sepintas memang secara harga, Lactacyd Baby ini agak mahal dibanding dengan sabun mandi anak lainnya. Namun jika dilihat keunggulan dan manfaat yang didapat, saya pribadi merasa lebih nyaman dan irit, karena mengurangi penggunaan obat dan produk lain jika kulit anak mengalami gangguan dan iritasi.

Jadi, jangan ragu untuk sedia #LactacydBaby untuk perawatan kulit anak kita ya, Buibu. 
Salam sehat dan peluk hangat untuk putra putrinya, ya, Bu. 

Komentar

  1. Makasih informasinya, very usefull

    BalasHapus
  2. Lactacyd Baby memang sudah terbukti dapat mengatasi permasalahan kulit bayi ya mbak Din. Biarpun harga lebih mahal tapi kalau hasilnya memuaskan saya lebih pilih yang mahal. Daripada murah tapi nggak sembuh-sembuh kan ya..

    BalasHapus
  3. Simpel ya mbak cara makenya :) aku juga sering pake lo

    BalasHapus
  4. Hasna juga dulu kalo habis pulang dari Wonosobo, pas balik Semarang kulitnya merah-merah. sedih ya Mba lihat anak gitu. Alhamdulillah ada lactacyd yang aman dan cocok :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jeprat Jepret Bikin Baper

Selain keluarga, apa yang bisa membuatmu rindu rumah? Kalau aku jawabnya: makanan! Ya, makanan kampung halaman selalu menempati ruang tersendiri di hati. Dan lidah tentunya.
Satu hal yang amat aku syukuri adalah aku tidak perlu pergi jauh-jauh pulang kampung jika kangen merasakan kuliner tradisionalnya. Tahu kenapa? Ya kan sekarang aku tinggal di kampung... :) Meski Temanggung adalah kampung halaman suami, tapi sudah seperti tumpah darahku sendiri.
Hal lain yang membuatku bahagia adalah letak pasar yang berhadapan dengan rumah. Serasa surga.. hehe.  Tinggal nyebrang dan pilih mana yang disuka. Ini pula yang sering bikin kakak ipar cemburu. Karena dia harus menunggu libur lebaran untuk bisa njajan sepertiku.
Dan sepertinya dia akan semakin baper kalau lihat jajan pasar dalam foto-foto berikut.

KLEPON
Dibuat dari tepung ketan yang diuleni dengan air dan sedikit garam. Dibentuk bola, diisi gula merah lalu direbus. Disajikan dalam baluran kelapa parut. Ada sensasi tersendiri saat menyeplus si…

Most Wanted di Meja Makan saat Ramadhan

Alhamdulillah bertemu lagi dengan Ramadhan bulan mulia. Bulan penuh keberkahan dan ampunan. Semoga ibadah puasa kita lebih semangat ya, di Ramadhan ini.
Beberapa hari lalu di grup blogger embak emak kece dari Semarang dirandom kocokan #arisanbloggandjelrel putaran kedua. Dan yang keluar namanya adalah Mbak Hidayah Sulistyowati atau sering dipanggil mbak Wati, seorang ibu dua putra yang sudah remaja. Mbak Wati termasuk blogger senior yang tetap rendah hati dan berpikiran terbuka, juga teman ngobrol yang asyik. Blog mbak Wati isinya macam-macam, tapi yang paling aku suka kalau baca tulisan mbak Wati tentang kuliner dan jalan-jalannya. Nama kedua yang keluar adalah Ika Hardiyan Aksari, ibu satu balita yang bernama Kak Ghifa, seorang guru honorer yang sabar dan selalu semangat mendidik muridnya dengan cinta. Meski dari segi umur dia jauh di bawahku, namun aku banyak belajar tentang kesabaran dan ketulusan dari membaca blognya. Pada arisan kali ini duo emak kece itu melempar tema yang pas…

Icip-icip Bakso Jimat Temanggung

Hai..., Februari masih sering turun hujan aja nih, ya? Ya iyalah, namanya juga masih tetanggaan sama Januari yang hujannya sehari-hari :)
Hujan-hujan enaknya ngapain? makaann!!! (eh, siapa yang teriak paling kenceng tuh?) oh, ternyata suaraku dewe :)) Jadi gitu, deh, kalau lagi ngumpul dan suasana dingin dingin mesrah pasti lebih komplet kalau sambil makan bareng. Ngobrol jadi lebih seru. Apalagi kalau santapan itu cocok sama lidah anak-anak, mereka jadi lebih seru juga ceritanya. 
Kata bapak guruku dulu, kalau kita akan menyampaikan sebuah nasehat ke anak kita, salah satu waktu yang efektif adalah saat mereka merasa kenyang dan santai. Coba anak diajak jajan bakso (kalau dia suka bakso, ya), nah saat dia merasa keenakan dengan baksonya itu kita masukkan pesan yang ingin kita sampaikan. Secara lahir dia mungkin tidak begitu serius menanggapi, tapi otaknya insyaallah menyimpan pesan itu. 
Dan berhubung diriku adalah anggota IIDB (ibu ibu doyan bakso) *lalu digetok teh Indari Mastuti, maka k…