Antara Hobi dan Dukungan Suami

Oktober 11, 2017

Alhamdulillah pagi ini masih diberi napas dan kehidupan oleh Allah. Semoga saya dan para pembaca yang budiman bisa mengisi hidup dan hari ini sebaik-baiknya. Amin.

Badewe, tumben nih opening tulisannya beriman banget, hehe. Gapapa kan ya, lagian pagi ini saya lagi merasa malu banget nih sama Gusti Allah. Gimana gak malu, coba, kalau sudah diperkenankan bangun lagi dalam keadaan sehat wal'afiat tapi malah yang pertama kali saya lakukan adalah nyari hape. Bukan berdoa. *bletak 

Untungnya segera sadar. Istighfar. Tapi habis itu saya malah makin wagu. Rasa kangen pada anak lanang yang hampir dua bulan gak ketemu, plus mata rabun tiba-tiba karena melihat dompet yang kondisinya mirip jeruk; nipis, bikin hati berdebar gak karuan. Eh, ujung-ujungnya sewot pada mas suami yang berada dalam dekapan ibukota propinsi. "Transferan, dong, masss...." 😅


Ini pasti Gusti Allah sedang kecewa pada saya. "Kamu itu, lho, sudah dikasih badan sehat, waktu luang, anak-anak yang ajaib, bojo yang super duper pengertian, kok ya masih galau-galauan gak jelas. Masih sering ngeluh terselubung. Masih sering baperan. Jangan manja, ah! Kerja sana! Olah raga, biar kringetnya keluar! Atau dolan! Biar gak ngurusin hatimu yang cemen itu aja."

Dhezighh! Suara yang entah dari mana datangnya itu, yang tiba-tiba saja berteriak di ruang hati, ngeplak banget. Iya, ya, ternyata saya cuma kurang bersyukur. Badan sehat dan waktu luang bisa banget kan dimaksimalkan untuk usaha. Nulis kek. Katanya hobi nulis.. hehe. nah ini apa kalau gak lagi nulis? *sewot

Anak-anak ajaib. Iya bener. Mereka adalah anak-anak yang sehat dan keren. Unik dengan segala kelebihannya masing-masing. Gak pernah nyusahin. Saya aja yang sering kurang sabaran. Anak-anak yang selalu jadi penyejuk mata. Saya aja yang seringnya meminta lebih. Padahal mereka gak pernah menuntut saya untuk jadi ibu yang sempurna. Mereka terima saya apa adanya. Mo apa lagi, hah?

Lalu suami. Ganteng, kalem, sabar, family man, rajin solat, jarang protes, rajin nyapu ngepel cuci piring ditambah sangat pengertian pada hobi istrinya. Kurang apa coba? *kurang dikit transferannya mas... wekeke
Nah, lo, nikmat apa lagi yang kamu dustakan? Iya deh, sekarang sadar, alhamdulillah... Makasih ya, Mas selalu jadi suami yang the best. mumuah....

Ngomongin kata yang dicetak tebal, pengertian pada hobi istri, alhamdulillah sejauh ini memang suami saya support banget sama hobi saya.  Apalagi hobi saya juga gak yang aneh-aneh dan butuh biaya mahal. Malah hobi saya receh banget. Kadang bisa gratisan malah. apasih?


Sejak sebelum menikah dia sudah tahu kalau saya suka baca. Jadi dulu sering banget kami jalan ke lapak buku bekas demi mencari bahan bacaan. Meski doi ga hobi baca, tapi tetap saja mau nganterin sambil dia sendiri cari cari onderdil motor atau barang-barang aneh.

Hingga sekarang suami pun rela kalau rumah penuh buku di beberapa bagian. Malah seringnya dia yang membersihkan dan menata ulang buku-buku di lemari. Lama-kelamaan, suami mulai tertular virus membaca. Pernah tertangkap basah dua kali suami membeli buku atas kemauannya sendiri. Hihi, rekor tuh, dua kali... :)

Hobi saya yang lain adalah melakukan silaturahmi dan berkomunitas. Kedua hal ini saling berkaitan. Dengan berkomunitas otomatis silaturahmi pun terjaga. Di habitat saya yang sekarang, saya bergabung dengan beberapa komunitas yang sejalan dengan passion dan naluri yang saya miliki. Yang pasti dengan bergabung di komunitas tersebut, saya dapat belajar banyak hal, menghabiskan waktu dengan manfaat dan pastinya banyak sahabat yang peduli dan saling mendukung.

Salah satu komunitas yang saya bangga menjadi bagian di dalamnya adalah Blogger Gandjel Rel. Ini adalah kelompok blogger perempuan yang berbasis di Semarang. Di sini saya banyak belajar tentang dunia blogging. Selain itu mental saya sebagai pemula diasah di sini. Banyak sekali keuntungan yang saya dapat di komunitas ini. Selain ilmu dan job, teman-teman di sini sudah seperti saudara dekat semua. Salah satu keuntungan lain adalah bisa rutin update blog melalui #ArisanBlogGandjelRel yang sekarang sudah masuk putaran 13. Yang dapet tarikan adalah mbak Ika Puspita dan Arina Mabruroh yang memberi tema: Aku dan Hobiku.

Komunitas Kecanduan Sedekah Temanggung adalah rumah saya yang lain. Berisi orang-orang hebat yang memeiliki latar belakang profesi beragam. Namun hanya satu tujuan yaitu menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lain. Memiliki kegiatan rutin bagi nasi tiap Jumat dan donasi Foodbox di poliklinik RSU Temanggung. Donasi foodbox adalah menyediakan snack gratis bagi para pasien yang antre periksa di poliklinik RSU. Donasi ini terjadwal setiap hari selama enam hari kerja, meliputi snack pagi, siang dan sore, serta nasi untuk pasien kemoterapi. Saya banyak belajar bersyukur melalui pergaulan dengan teman-teman di komunitas ini.

kegiatan bagi nasi bungkus tiap jumat

Komunitas Studi Sastra 3 Gunung (KSS3G) dan Laskar Bersenyum juga menerima saya dengan tangan terbuka. KSS3G sesuai dengan namanya adalah tempat berkumpulnya para pegiat sastra di Temanggung. Sedang Laskar Bersenyum yang baru menginjak usia dua bulan adalah komunitas baru yang peduli pada potensi wisata alam dan potensi desa di wilayah Temanggung dan berusaha mengenalkan ke dunia luar melalui gerak nyata dan media sosial.

Mba Henny, teman KSS3G sedang membacakan puisinya
teman teman Laskar Bersenyum membersihkan Curug Titang Temanggung

Nah dukungan suami pada hobi silaturahmi (baca: dolan) saya ini juga terasa. Dukungan terbesar adalah perijinan yang mudah. Alhamdulillah suami tidak banyak melarang, asal saya tahu batasan dan etika berteman, dan yang penting keluarnya saya dari rumah adalah ada manfaatnya. Insyaallah ijin selalu diberikan.

Selain ijin, suami juga berkenan untuk berbagi peran. Saat saya ada kepentingan keluar rumah dan dia kebetulan sedang di rumah saja, dia mau mau saja momong anak dan beberes rumah (sst... ini salah satu hobi dia, lo)  Dan, kadang kalau pas suami senggang dengan senang hati mau mengantar ke mana istrinya mau dolan. *makin cintah

eh, maap mas, gak kepoto hihi
Oiya, selain beberapa komunitas di atas, saya juga rajin loh hadir di majelis ilmu. Ada tuh satu kelompok 'Emak Salihah' yang memang isinya emak-emak yang insyaallah salihah, baik. Di sini kami belajar memberdayakan diri dan hati. Dibimbing oleh Ustadzah Anisah yang juga Dosen UIN Sunan Kalijaga dan Mak Naning, M.Psi, seorang psikolog yang sekarang mengabdikan diri sepenuhnya pada dua guru besarnya yaitu kedua putra lelakinya. Bener-bener hati membara langsung mak ces kalau ketemu para sahabat di Emak Salihah ini.

Jadi, setelah menulis panjang ini saya kembali malu pada Allah. Malu kalau dikit-dikit ngeluh n baperan, padahal banyak sekali nikmat-Nya yang dicurahkan pada saya melalui orang-orang terkasih dan para sahabat.

Alhamdulillah sekarang gak nyut-nyutan lagi liat dompet berkerut. Biarin aja, asal kita tetap bergerak dan berprasangka baik pada Gusti Allah, insyaallah Dia nanti yang menggemukkan dompet kita. Ealah, kalau cuma dompet mah kecil bagi Allah. Iya gak?

Khalayak pembaca yang budiman, terima kasih ya telah berkenan membaca tulisan saya ini. Semoga kunjungan Anda ke sini pun bernilai ibadah silaturahmi :) Kalau ada yang berbagi cerita tentang hobi, silakan cerita di komen. Santai saja, monggo....

You Might Also Like

19 komentar

  1. Keren2 semua ih komunitasny mb.Dini, yg pasti emak mmg butuh komunitas positif ya mb..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, butuh banget sebagai penyeimbang jiwa

      Hapus
  2. Bener mbak din ibaratnya ikutan komonitas yang positif itu kita kecipratan ilmunya juga, ibaratnya bergaul dengan pedagang minyak wangi jadi ikutan wangi 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget... seneng juga bisa kenal Vita di GR

      Hapus
  3. kalau kita mau bersyukur lebih dalam, banyak hal yang kita lupa dari dulu untuk disyukuri memang ya,

    komunitas kecanduan sedekah, keren itu e, hanya ibu2 kah??

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak hanya ibu-ibu kok, ada bapak bapak dan banyak jomblowan jomblowati juga :)

      Hapus
  4. Semoga sukses selalu ya mbak Dini, dengan segala kegiatan positifnya.

    Bersilaturrahim memang penting sekali mbak, selain menambah teman dan mendapat ilmu, juga bisa membuka jalan menuju surga. Semoga kita akan selalu berhubungan baik meski hanya lewat komen-komenan di blog ya mbak, sukur-sukur suatu saat bisa bertemu langsung, aamiin.. hihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Anjar, aamiin, terima kasih. Semoga bisa bertemu suatu hari nanti.

      Hapus
  5. Bener mba diin, silaturahmi bikin bahagia dan panjang umur, aamiin. Yuk kapan ajak2 GR jelajah Temanggung yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadwalkan saja BuDew, saya siap memandu pokoknya

      Hapus
  6. Hobinya mbak Dini mah kereeen. Aku pengen juga ditulari hobinya, mbak Din.
    Terima kasih ya, sudah meramaikan arisan tema ini yg gampiiiil pisan, hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak Ika, yuk berhobi bersama...

      Hapus
  7. Idem, suka baca dan silaturahmi

    BalasHapus
    Balasan
    1. asik.. pantesan kita awet muda ya Wur, hihi

      Hapus
  8. Ah mbak diiiinnn. Aku ngiriii sama komunitas2nya mba din... hiks. Berada dilingkaran komunitas yg positif pastinya akan mmbuat dampak positif ke kehidupan kita kan ya. Aku sll berpikirnya gt. Disini aku blom gabung komunitas selain GR. Dan bener deh, seneng jg gabung di GRes ya. Berasa punya keluarga kedua 😘😘😘

    BalasHapus
  9. Keren deh Mbak Din. Aktif sana sini. Kapan kopdar penarawa bisa dateng. Miss u banget nih

    BalasHapus
  10. Bude keren...banyak berkegiatan dialam terbuka pengen juga dong :)

    BalasHapus
  11. Aiihhhh artikelnya mantap banget, jadi makin pengen kopdar ama mbakyu Dini yang kece dan keren :)

    BalasHapus
  12. Barakallah Mba DIni, Semoga hobinya bikin makin produktif :D

    Makasih ya artikelnya :*

    BalasHapus