Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2019

Malang, Kota Sejuk Penuh Pesona

Hai, teman teman, lama ga menyapa nih.

Eh, mumpung masih suasana lebaran, aku doakan semoga amal puasa ramadhan kita diterima, dan tentunya aku mohon maaf lahir batin, ya.

Gimana nih liburan kemarin? Sudah puaskah? Kalau belum jangan khawatir. Sebentar lagi liburan kenaikan kelas kan datang menjelang. Jadi jangan sedih gitu. Bisa kok bikin rencana lagi liburan ke mana gitu.

Ayahku Guruku

Jika semua rasa yang ada di hatiku bisa diungkapkan hanya dengan satu kata tentang ayahku, itulah benci.
Pada suatu masa yang aku tak ingin mengingatnya lagi, namun ironisnya masih sangat jelas terukir dalam ingatanku, sebuah peristiwa terjadi di depan mataku. Mata seorang anak yang bahkan perlu beberapa tahun kemudian untuk bisa memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi. Dan membuatku terpisah dari dekapan ibu untuk beberapa waktu.

Larik Larik Kata untuk Sahabatku, S

KAU ADALAH jauh jalan telah kautempuh terjal berliku lurus menurun bergelombang dan berlubang kadang kaujalani sendiri kadang kau berteman kau terus berjalan

Penghamba Maaf

Aku terpaku tepat di depan rumah tinggi itu. Seakan tak percaya dengan apa yang kupandang. Gerbang rumah itu terbuka. Itu berarti dia ada di sana. Tidak seperti yang dikatakannya kalau dia sedang di luar pulau. Beberapa detik kemudian dia keluar dengan kendaraannya. Tatapan kami sempat beradu, tapi tak lama. Dia lalu melaju. Sesak dada ini tiba-tiba. Seakan ada segumpal sabut kelapa menghuni tenggorokanku.

Kamu Dalam 300 Kata

kubiarkan cahaya bintang memilikimu  kubiarkan angin yang pucat
dan tak habis-habisnya gelisah
tiba-tiba menjelma isyarat merebutmu
entah kapankah bisa kutangkap
(Nocturno-SDD)


Angin awal kemarau menyapa seluruh kota tanpa kecuali. Mengayun ujung ranting dahan yang daunnya menjulur di depan jendela. Mengirim dingin pagi pada sebuah kamar yang redup. Ada yang semalaman terjaga dalam gelisah di sini. Sendiri menjelma sepi dan hening.