Langsung ke konten utama

Larik Larik Kata untuk Sahabatku, S

pic: pixabay

KAU ADALAH
jauh jalan telah kautempuh
terjal berliku
lurus menurun
bergelombang dan berlubang
kadang kaujalani sendiri
kadang kau berteman
kau terus berjalan

seribu belati masa lalu mengikuti
memberat menikam punggungmu
jatuh bangun kaulalui
lewati banjir darah dan air mata
jangan takut kau berani

kau terlahir dari kuat
dalam dekapan kasih yang mentari
dan asuhan rimba yang angin
berjalanlah terus menuju teduh
karena kau adalah bahagia.

Ambarawa, 8 Juni 2019

pic: pixabay


LUKAMU
membaca kisahmu
bangunkan tidur panjangku
sempat terlupa
pernah terluka
terlalu fana

kepedihan itu nyata
terkelambu semburat tawa
bidadari mengiri
pada perempuan bulan

kelepak sayapmu lemah
membubung menepis luka
takdir itu begitu dekat

Ambarawa, 9 Juni 2019


#empiser
#1pekan1tulisan
#tema_luka







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jeprat Jepret Bikin Baper

Selain keluarga, apa yang bisa membuatmu rindu rumah? Kalau aku jawabnya: makanan! Ya, makanan kampung halaman selalu menempati ruang tersendiri di hati. Dan lidah tentunya. Satu hal yang amat aku syukuri adalah aku tidak perlu pergi jauh-jauh pulang kampung jika kangen merasakan kuliner tradisionalnya. Tahu kenapa? Ya kan sekarang aku tinggal di kampung... :) Meski Temanggung adalah kampung halaman suami, tapi sudah seperti tumpah darahku sendiri. Hal lain yang membuatku bahagia adalah letak pasar yang berhadapan dengan rumah. Serasa surga.. hehe.  Tinggal nyebrang dan pilih mana yang disuka. Ini pula yang sering bikin kakak ipar cemburu. Karena dia harus menunggu libur lebaran untuk bisa njajan sepertiku. Dan sepertinya dia akan semakin baper kalau lihat jajan pasar dalam foto-foto berikut. KLEPON Dibuat dari tepung ketan yang diuleni dengan air dan sedikit garam. Dibentuk bola, diisi gula merah lalu direbus. Disajikan dalam baluran kelapa parut. Ada sensasi

Most Wanted di Meja Makan saat Ramadhan

Alhamdulillah bertemu lagi dengan Ramadhan bulan mulia. Bulan penuh keberkahan dan ampunan. Semoga ibadah puasa kita lebih semangat ya, di Ramadhan ini. Beberapa hari lalu di grup blogger embak emak kece dari Semarang dirandom kocokan #arisanbloggandjelrel putaran kedua. Dan yang keluar namanya adalah Mbak Hidayah Sulistyowati atau sering dipanggil mbak Wati, seorang ibu dua putra yang sudah remaja. Mbak Wati termasuk blogger senior yang tetap rendah hati dan berpikiran terbuka, juga teman ngobrol yang asyik. Blog mbak Wati isinya macam-macam, tapi yang paling aku suka kalau baca tulisan mbak Wati tentang kuliner dan jalan-jalannya. Nama kedua yang keluar adalah Ika Hardiyan Aksari , ibu satu balita yang bernama Kak Ghifa, seorang guru honorer yang sabar dan selalu semangat mendidik muridnya dengan cinta. Meski dari segi umur dia jauh di bawahku, namun aku banyak belajar tentang kesabaran dan ketulusan dari membaca blognya. Pada arisan kali ini duo emak kece itu melempar tema

Icip-icip Bakso Jimat Temanggung

Hai..., Februari masih sering turun hujan aja nih, ya? Ya iyalah, namanya juga masih tetanggaan sama Januari yang hujannya sehari-hari :) Hujan-hujan enaknya ngapain? makaann!!! (eh, siapa yang teriak paling kenceng tuh?) oh, ternyata suaraku dewe :)) Jadi gitu, deh, kalau lagi ngumpul dan suasana dingin dingin mesrah pasti lebih komplet kalau sambil makan bareng. Ngobrol jadi lebih seru. Apalagi kalau santapan itu cocok sama lidah anak-anak, mereka jadi lebih seru juga ceritanya.  Kata bapak guruku dulu, kalau kita akan menyampaikan sebuah nasehat ke anak kita, salah satu waktu yang efektif adalah saat mereka merasa kenyang dan santai. Coba anak diajak jajan bakso (kalau dia suka bakso, ya), nah saat dia merasa keenakan dengan baksonya itu kita masukkan pesan yang ingin kita sampaikan. Secara lahir dia mungkin tidak begitu serius menanggapi, tapi otaknya insyaallah menyimpan pesan itu.  Dan berhubung diriku adalah anggota IIDB (ibu ibu doyan bakso) *lalu digetok teh I