Langsung ke konten utama

Tips Menggunakan Plester Luka Pada Anak

Si kecil yang sedang memasuki masa aktif bergerak akan sering melakukan aktivitas. Bermain, berlari – lari, hingga tanpa disadari bisa membuat dirinya terjatuh. Saat jatuh, biasanya si kecil akan menangis dan apabila terjadi luka, maka luka tersebut akan semakin terasa perih. Mungkin bunda akan kebingungan untuk mengatasi luka pada si kecil. Luka yang dialami si kecil dalam menjalani aktivitas sehari – hari pun bermacam – macam, mulai dari luka lecet, luka gores, luka memar hingga luka yang mengeluarkan darah. Bunda bisa menggunakan plester luka untuk mengatasi kondisi ini. Nah, simak tips cara pemakaiannya yang benar berikut.

sumber gambar: pixabay



1. Mengeringkan bagian kulit sebelum plester dipasang

Penggunaan plester bisa diawali dengan mengeringkan bagian kulit yang terluka. Apabila bagian kulit yang luka dalam kondisi basah dan dipaksa untuk ditempel plester, maka yang terjadi adalah luka menjadi semakin lembek dan rentan terjadi infeksi. Sebelum memasang plester luka, pastikan bagian kulit yang terluka dibersihkan terlebih dahulu dan biarkan beberapa saat hingga mengering.

Langkah ini juga bermanfaat untuk penggunaan perekat pada plester. Apabila kondisi kulit sudah kering dan bersih, maka perekat pada plester bisa melekat secara maksimal dan tidak mudah terlepas. Sebaliknya, bagian kulit yang terluka dalam kondisi basah dan kotor akan membuat plester mudah terlepas.

2. Sebaiknya tidak menyentuh perban agar infeksi tidak terjadi

Luka terbuka yang dialami si kecil harus dirawat dengan maksimal. Karena luka terbuka akan menjadi infeksi apabila dibiarkan. Penggunaan perban dan plester sangat membantu mengatasi luka tersebut. Tetapi pastikan perban yang digunakan steril dan jangan sampai menyentuh permukaan perban dengan jari untuk permukaan yang akan diletakkan di atas luka yang sudah diobati. Tujuannya adalah agar menghindari kotoran yang melekat dan mencegah terjadinya infeksi.

3. Memastikan Udara Tetap Mengalir Di Bagian Luka

Penanganan pada setiap luka tentu berbeda, misalnya luka gores atau gesek dan luka karena benda tajam. Luka yang terjadi karena benda tajam harus dirapatkan dengan plester sesudah diobati agar luka cepat sembuh dan rapat. Di sisi lain, untuk luka gores atau gesek maka penanganannya pun berbeda. Saat plester luka diletakkan, jangan tekan rapat – rapat saat plester sudah menempel di atas luka. Tempelkan dengan tidak terlalu rapat dengan tujuan udara tetap mengalir di bagian kulit yang luka. Manfaat lainnya yaitu agar proses penyembuhan lebih cepat.

4. Tidak Membalut Luka Dengan Terlalu Kencang

Setelah upaya membiarkan aliran udara tetap berjalan lancar, upaya selanjutnya yaitu memastikan aliran darah tidak terganggu. Penggunaan plester luka memang membantu proses penyembuhan luka misalnya di bagian jari. Di sisi lain, apabila plester ditempel dengan terlalu rapat, maka akan mengganggu aliran darah. Lilitkan dengan rapat, namun tidak terlalu rapat dan kencang agar aliran darah dan udara bisa mengalir dengan baik. Pastikan plester menempel agak longgar.

5. Mengganti Plester Setiap Hari

Tips terakhir untuk penggunaan plester luka yaitu mengganti setiap hari. Jika ingin lebih higienis, maka penggantian plester bisa setiap 6 jam sekali. Upaya ini juga bertujuan untuk mencegah lecet dan infeksi. Penggantian plester bisa dilakukan setelah mandi karena sehabis mandi plester biasanya akan basah dan daya rekatnya sudah tidak terlalu kuat.


6. Menggunakan Plester Luka Dengan Kualitas Bagus 
Sebagai orang tua tentu selalu ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Hansaplast adalah plester luka terbaik yang bisa membantu proses penyembuhan luka dengan lebih cepat. Selain itu, daya rekatnya juga baik sehingga tidak perlu khawatir lagi. Bila luka pada si kecil tidak kunjung sembuh, sebaiknya segera periksakan ke dokter agar bisa mendapatkan pertolongan yang tepat.

Komentar

  1. Tips sederhana yang kerens mom!

    BalasHapus
  2. Uih sarannya mantullll....tapi kok nyebutin merk ya...sekalian iklan ya....kwkwkwkw....habis di obatin pastikan si kecil makan dengan enak apalagi kalo di kasih roti bakar KRL hemmmmm rasanya..memang Kondang Rasa Lezatnya...cobain deh.Gerai KRL ada di Solo, Salatiga, dan Semarang. Kalo bingung bisa order pakai Gofood atau Grabfood ya....monggoooo

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya dong kak... kapan kirim rotinya ke aku?

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jeprat Jepret Bikin Baper

Selain keluarga, apa yang bisa membuatmu rindu rumah? Kalau aku jawabnya: makanan! Ya, makanan kampung halaman selalu menempati ruang tersendiri di hati. Dan lidah tentunya.
Satu hal yang amat aku syukuri adalah aku tidak perlu pergi jauh-jauh pulang kampung jika kangen merasakan kuliner tradisionalnya. Tahu kenapa? Ya kan sekarang aku tinggal di kampung... :) Meski Temanggung adalah kampung halaman suami, tapi sudah seperti tumpah darahku sendiri.
Hal lain yang membuatku bahagia adalah letak pasar yang berhadapan dengan rumah. Serasa surga.. hehe.  Tinggal nyebrang dan pilih mana yang disuka. Ini pula yang sering bikin kakak ipar cemburu. Karena dia harus menunggu libur lebaran untuk bisa njajan sepertiku.
Dan sepertinya dia akan semakin baper kalau lihat jajan pasar dalam foto-foto berikut.

KLEPON
Dibuat dari tepung ketan yang diuleni dengan air dan sedikit garam. Dibentuk bola, diisi gula merah lalu direbus. Disajikan dalam baluran kelapa parut. Ada sensasi tersendiri saat menyeplus si…

Icip-icip Bakso Jimat Temanggung

Hai..., Februari masih sering turun hujan aja nih, ya? Ya iyalah, namanya juga masih tetanggaan sama Januari yang hujannya sehari-hari :)
Hujan-hujan enaknya ngapain? makaann!!! (eh, siapa yang teriak paling kenceng tuh?) oh, ternyata suaraku dewe :)) Jadi gitu, deh, kalau lagi ngumpul dan suasana dingin dingin mesrah pasti lebih komplet kalau sambil makan bareng. Ngobrol jadi lebih seru. Apalagi kalau santapan itu cocok sama lidah anak-anak, mereka jadi lebih seru juga ceritanya. 
Kata bapak guruku dulu, kalau kita akan menyampaikan sebuah nasehat ke anak kita, salah satu waktu yang efektif adalah saat mereka merasa kenyang dan santai. Coba anak diajak jajan bakso (kalau dia suka bakso, ya), nah saat dia merasa keenakan dengan baksonya itu kita masukkan pesan yang ingin kita sampaikan. Secara lahir dia mungkin tidak begitu serius menanggapi, tapi otaknya insyaallah menyimpan pesan itu. 
Dan berhubung diriku adalah anggota IIDB (ibu ibu doyan bakso) *lalu digetok teh Indari Mastuti, maka k…

Most Wanted di Meja Makan saat Ramadhan

Alhamdulillah bertemu lagi dengan Ramadhan bulan mulia. Bulan penuh keberkahan dan ampunan. Semoga ibadah puasa kita lebih semangat ya, di Ramadhan ini.
Beberapa hari lalu di grup blogger embak emak kece dari Semarang dirandom kocokan #arisanbloggandjelrel putaran kedua. Dan yang keluar namanya adalah Mbak Hidayah Sulistyowati atau sering dipanggil mbak Wati, seorang ibu dua putra yang sudah remaja. Mbak Wati termasuk blogger senior yang tetap rendah hati dan berpikiran terbuka, juga teman ngobrol yang asyik. Blog mbak Wati isinya macam-macam, tapi yang paling aku suka kalau baca tulisan mbak Wati tentang kuliner dan jalan-jalannya. Nama kedua yang keluar adalah Ika Hardiyan Aksari, ibu satu balita yang bernama Kak Ghifa, seorang guru honorer yang sabar dan selalu semangat mendidik muridnya dengan cinta. Meski dari segi umur dia jauh di bawahku, namun aku banyak belajar tentang kesabaran dan ketulusan dari membaca blognya. Pada arisan kali ini duo emak kece itu melempar tema yang pas…