Langsung ke konten utama

Membunuh Bosan Saat Belajar di Rumah

Saya hampir lupa ini sudah hari ke berapa anak-anak belajar di rumah. Kira kira sudah sebulan lebih lah, ya. Kondisi ini memang gak ada yang mengira sebelumnya. Tiba-tiba anak-anak menjadi 'homeschooler', hehe.

Utit menjalani kuliah online dari rumah. Opik yang di pondok juga belajar dan menyelesaikan tugas-tugasnya di rumah. Senang aja sih anak-anak bisa kumpul dan tetap berkegiatan. Tapi ya jadi banyak konsekuensi yang orang tua juga harus ikuti.

Oya, kalau Dio yang emang bener-bener anak homeschooling malah sekarang lagi gak di rumah. Dia sekarang udah ada kerjaan di Bandung dan gak memungkinkan untuk pulang dalam kondisi ini.

Ngomongin belajarnya anak-anak dan serba-serbinya di rumah nih seru banget. Pada dua pekan pertama dulu sering dengar dari sesama ibu yang sudah mulai stres menemani anaknya belajar. Saya sih gak memungkiri rasa stres itu pasti ada, terutama bagi yang anaknya masih kecil-kecil dan tugas anak sekarang macem-macem, masih ditambah banyak pekerjaan rumah yang harus ibu bereskan. Hmm, saya pernah ada pada posisi itu. Dan pernah stres juga. Hihi.

Apakah cuma ibu yang bisa stres dan bosan menjalani rutinitas? Ternyata anak-anak juga merasakan hal yang sama jika melakukan hal yang itu-itu saja dan hanya di rumah saja. Masih ditambah tugas-tugas yang harus disetorkan mengantri. Kebosanan yang melanda pasti akan menimbulkan stres dan akibat yang kurang baik.

Nah supaya tidak sampai terjadi hal tersebut dan agar belajar di rumah tetap semangat, biasanya ada hal-hal yang kami lakukan bersama untuk menjaga semangat.

BERFOTO
Dasar perempuan, di mana saja kamera selalu on. Haha. Si sulung nih yang hobi banget difoto baik di luar maupun di dalam rumah sering sekali mengusir bosan yang hampir mampir dengan foto-foto.
Kadang dia melakukan swafoto, tapi seringnya minta difotoin Opik. Kebetulan si Opik juga lebih suka pegang kamera ketimbang di depan kamera. Cocok lah.

pake celana emak dan jaket bapaknya jaman dulu
demi usir boring dan demi konten :)

KARAOKE
Cara melepas stres yang lain adalah dengan teriak-teriak bernada alias nyanyi. Berbekal lagu-lagu karaoke dari youtube dan tekat yang kuat, jadilah suara sember kami memenuhi seluruh sudut ruangan. Semoga aja tetangga gak mendengar keluh kesah kami.

MENCOBA RESEP
Dapur jadi salah satu area yang sering terjamah sejak anak anak kembali ke rumah. Perut dan mulut yang terpenuhi adalah salah satu kunci mereka betah di rumah. Ibu yang baik adalah ibu yang mengerti apa selera anak-anaknya. cieh. Jadi, tugas ibu di rumah ini adalah mencari resep lalu belanja bahan masakan, lalu serahkan ke anak-anak untuk memasaknya hingga siap santap. Hihi.

Opik tetap semangat meski sering gagal

Opik yang sejak SD sudah menunjukkan minatnya pada kegiatan satu ini sangat menikmati mencoba resep baru. Dia teliti menakar bahan dan mengikuti langkah-langkah pembuatan masakan apapun. Memasak benar-benar menjadi sebuah kegiatan rekreasi baginya.

MENATA ULANG KAMAR
Intensitas yang tinggi selalu berada di dalam rumah atau kamar dengan tatanan yang sama bisa jadi memicu kejenuhan. Sesekali kami mengatur ulang posisi kursi dan meja supaya mereka belajar lebih nyaman.

Utit bahkan sempat mengecat ulang satu sisi tembok kamarnya dengan warna yang lain. Selain supaya lebih hangat juga bisa jadi latar belakang untuk berfoto.

Sebenarnya masih banyak hal lain yang bisa jadi pemecah kebosanan dan pembangkit semangat. Seringnya sih saling ledek atau guyonan gak mutu aja. Meski kondisi sedang serba terbatas tapi kami tetap bersyukur bisa berkumpul dalam kondisi sehat. Itu nikmat luar biasa.

Sesungguhnya kita semua sekarang sedang berada pada masa penyesuaian akan keadaan di depan. After Covid-19 nanti kita berharap bisa kembali normal lagi seperti dulu. Meski normal setelah pandemi tentu tak sama dengan normal sebelum pandemi. Semoga kita menjadi orang yang kuat dan mudah menyesuaikan diri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jeprat Jepret Bikin Baper

Selain keluarga, apa yang bisa membuatmu rindu rumah? Kalau aku jawabnya: makanan! Ya, makanan kampung halaman selalu menempati ruang tersendiri di hati. Dan lidah tentunya.
Satu hal yang amat aku syukuri adalah aku tidak perlu pergi jauh-jauh pulang kampung jika kangen merasakan kuliner tradisionalnya. Tahu kenapa? Ya kan sekarang aku tinggal di kampung... :) Meski Temanggung adalah kampung halaman suami, tapi sudah seperti tumpah darahku sendiri.
Hal lain yang membuatku bahagia adalah letak pasar yang berhadapan dengan rumah. Serasa surga.. hehe.  Tinggal nyebrang dan pilih mana yang disuka. Ini pula yang sering bikin kakak ipar cemburu. Karena dia harus menunggu libur lebaran untuk bisa njajan sepertiku.
Dan sepertinya dia akan semakin baper kalau lihat jajan pasar dalam foto-foto berikut.

KLEPON
Dibuat dari tepung ketan yang diuleni dengan air dan sedikit garam. Dibentuk bola, diisi gula merah lalu direbus. Disajikan dalam baluran kelapa parut. Ada sensasi tersendiri saat menyeplus si…

Icip-icip Bakso Jimat Temanggung

Hai..., Februari masih sering turun hujan aja nih, ya? Ya iyalah, namanya juga masih tetanggaan sama Januari yang hujannya sehari-hari :)
Hujan-hujan enaknya ngapain? makaann!!! (eh, siapa yang teriak paling kenceng tuh?) oh, ternyata suaraku dewe :)) Jadi gitu, deh, kalau lagi ngumpul dan suasana dingin dingin mesrah pasti lebih komplet kalau sambil makan bareng. Ngobrol jadi lebih seru. Apalagi kalau santapan itu cocok sama lidah anak-anak, mereka jadi lebih seru juga ceritanya. 
Kata bapak guruku dulu, kalau kita akan menyampaikan sebuah nasehat ke anak kita, salah satu waktu yang efektif adalah saat mereka merasa kenyang dan santai. Coba anak diajak jajan bakso (kalau dia suka bakso, ya), nah saat dia merasa keenakan dengan baksonya itu kita masukkan pesan yang ingin kita sampaikan. Secara lahir dia mungkin tidak begitu serius menanggapi, tapi otaknya insyaallah menyimpan pesan itu. 
Dan berhubung diriku adalah anggota IIDB (ibu ibu doyan bakso) *lalu digetok teh Indari Mastuti, maka k…

Most Wanted di Meja Makan saat Ramadhan

Alhamdulillah bertemu lagi dengan Ramadhan bulan mulia. Bulan penuh keberkahan dan ampunan. Semoga ibadah puasa kita lebih semangat ya, di Ramadhan ini.
Beberapa hari lalu di grup blogger embak emak kece dari Semarang dirandom kocokan #arisanbloggandjelrel putaran kedua. Dan yang keluar namanya adalah Mbak Hidayah Sulistyowati atau sering dipanggil mbak Wati, seorang ibu dua putra yang sudah remaja. Mbak Wati termasuk blogger senior yang tetap rendah hati dan berpikiran terbuka, juga teman ngobrol yang asyik. Blog mbak Wati isinya macam-macam, tapi yang paling aku suka kalau baca tulisan mbak Wati tentang kuliner dan jalan-jalannya. Nama kedua yang keluar adalah Ika Hardiyan Aksari, ibu satu balita yang bernama Kak Ghifa, seorang guru honorer yang sabar dan selalu semangat mendidik muridnya dengan cinta. Meski dari segi umur dia jauh di bawahku, namun aku banyak belajar tentang kesabaran dan ketulusan dari membaca blognya. Pada arisan kali ini duo emak kece itu melempar tema yang pas…