Langsung ke konten utama

Warung Jadul Temanggung, Penjaga Kuliner Indonesia

Hai, bagaimana kabar?
Jika kalian berkesempatan main atau mampir atau sekadar lewat Temanggung, cobalah berhenti sejenak di sebuah warung makan kecil di tepi jalan seberang kantor Telkom. Warung Jadul namanya. Tepatnya ada di Jalan Jendral Sudirman No. 102, Jampirejo, Temanggung. Gampang sekali menemukan warung ini.

Mengapa harus mencoba? Karena warung ini unik. Berdiri lebih dari seratus tahun lalu dengan menu masakan yang sama dan suasana yang benar-benar jadul sesuai namanya. 


Dari luar, warung ini tampak beda dengan toko-toko yang ada di deretan sebelah-sebelahnya yang modern. Warung bercat putih dan kusen jendela serta pintu berwarna biru ini sangat sederhana. Di depan warung ada satu bangku panjang yang sering diduduki oleh pelanggan warung ini. Ada sebuah banner berwarna biru dengan tulisan 'Waroeng Jadoel' berwarna merah tertempel di depan warung.

Masuk ke dalam warung kita akan melihat satu meja panjang dengan banyak toples kaca jadul dan piring berjajar di atasnya. Tentu tetap dengan bangku panjang khas warung-warung lama. Toples kaca itu berisi aneka macam kerupuk dan keripik, ampyang kacang, permen hingga serbuk minuman sasetan. Sedang piring-piring yang berbaris itu berisi aneka jajanan khas kuliner Indonesia khususnya Jawa. Ada wajik, tape goreng, tahu isi, tahu bacem, tape ketan, onde-onde dan banyak lagi.


Ruangan yang tidak begitu luas ini terasa hangat dan penuh. Di sudut ruangan lurus pintu masuk ada satu set meja kursi tamu sederhana yang juga difungsikan untuk duduk para pengunjung. Warung yang buka 24 jam nonstop ini tidak pernah benar-benar kosong oleh pembeli.
Menu utama yang ditawarkan Warung Jadul adalah menu rumahan seperti sayur sop dan sayur gori (nangka muda),  brongkos, opor ayam dan telur, empis tahu dan tongkol cabe hijau berkuah santan. Semuanya dengan rasa khas masakan tradisional Temanggung yang kental dengan rasa manis pedas. Ada juga menu soto ayam segar.

Menu kesukaan saya kalau makan di sini adalah tongkol cabe hijaunya. Minumnya memilih yang khas warung ini yaitu teh hangat gula aren. Udah, deh, berasa Temanggung banget.Segelas teh gula aren pasti kurang. Eh, kalau mau diminum dingin pakai es batu juga enak lho.

Pertama mencoba makan di warung ini bersama suami dan anak-anak. Padahal sebelumnya sudah lama sekali pengen masuk di warung ini, tapi sering ragu karena dari luar tampak selalu ramai dan kebanyakan bapak-bapak paruh baya yang ada. Ha, pantas saja selalu ramai bapak-bapak karena di depan warung persis merupakan pangkalan ojek. Setelah mencoba untuk pertama kali itu saya jadi ketagihan. Ternyata pesona Mak Tik dan Warung Jadulnya cukup memabukkan. eaa

Siapakah Mak Tik? Mak Tik atau banyak juga yang memanggilnya Mbak Tik yang bernama lengkap Siti Sukastiah adalah pemilik warung legendaris ini. Perempuan paruh baya yang selalu tampil sederhana berkebaya dan menggelung rambutnya dengan rapi ini adalah generasi ketiga dari pemilik Warung Jadul. Beliau selalu menyapa ramah kepada setiap pengunjung warung ini. Senyum ramah tak pernah lepas dari wajahnya. 

Kesetiannya melestarikan resep warisan turun-temurun dengan citarasa yang dipertahankan ini membuat Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Temangung memberikan penghargaan kepada Mak Tik atas dedikasinya pada bidang budaya sebagai 'Pelaku Kuliner' pada tahun 2017. Nama warung Jadul ini pun sebenarnya adalah julukan dari para pelanggan yang militan untuk warung yang sebenarnya buka tanpa nama ini. Menarik!

Pengunjung dan pelanggan warung ini berasal dari berbagai kalangan. Pagi hari biasanya menjadi tempat sarapan favorit para pegawai dan karyawan kantor di sekitar warung. Siang dan malam hari selain para pelanggan tetap juga menjadi ampiran mereka yang sedang melakukan perjalanan dari luar kota. Bahkan para artis dan tokoh yang sedang ada acara di Temanggung pun menyempatkan diri mampir ke sini.


Tak heran selalu ramai, selain masakan dan nuansa jadul yang hadir dengan sendirinya itu, juga karena harga makanan yang sangat ramah kantong. Makan kenyang bergizi hanya sekitar limabelas ribuan. Asik kan?
Yuk, nJadul.

Boleh intip sedikit keasikan suasana jadul di sini yuk



Komentar

  1. Wajik-nya kelihatan hahaahhahaha
    Itu makanan legit yang paling aku suka

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jeprat Jepret Bikin Baper

Selain keluarga, apa yang bisa membuatmu rindu rumah? Kalau aku jawabnya: makanan! Ya, makanan kampung halaman selalu menempati ruang tersendiri di hati. Dan lidah tentunya.
Satu hal yang amat aku syukuri adalah aku tidak perlu pergi jauh-jauh pulang kampung jika kangen merasakan kuliner tradisionalnya. Tahu kenapa? Ya kan sekarang aku tinggal di kampung... :) Meski Temanggung adalah kampung halaman suami, tapi sudah seperti tumpah darahku sendiri.
Hal lain yang membuatku bahagia adalah letak pasar yang berhadapan dengan rumah. Serasa surga.. hehe.  Tinggal nyebrang dan pilih mana yang disuka. Ini pula yang sering bikin kakak ipar cemburu. Karena dia harus menunggu libur lebaran untuk bisa njajan sepertiku.
Dan sepertinya dia akan semakin baper kalau lihat jajan pasar dalam foto-foto berikut.

KLEPON
Dibuat dari tepung ketan yang diuleni dengan air dan sedikit garam. Dibentuk bola, diisi gula merah lalu direbus. Disajikan dalam baluran kelapa parut. Ada sensasi tersendiri saat menyeplus si…

Most Wanted di Meja Makan saat Ramadhan

Alhamdulillah bertemu lagi dengan Ramadhan bulan mulia. Bulan penuh keberkahan dan ampunan. Semoga ibadah puasa kita lebih semangat ya, di Ramadhan ini.
Beberapa hari lalu di grup blogger embak emak kece dari Semarang dirandom kocokan #arisanbloggandjelrel putaran kedua. Dan yang keluar namanya adalah Mbak Hidayah Sulistyowati atau sering dipanggil mbak Wati, seorang ibu dua putra yang sudah remaja. Mbak Wati termasuk blogger senior yang tetap rendah hati dan berpikiran terbuka, juga teman ngobrol yang asyik. Blog mbak Wati isinya macam-macam, tapi yang paling aku suka kalau baca tulisan mbak Wati tentang kuliner dan jalan-jalannya. Nama kedua yang keluar adalah Ika Hardiyan Aksari, ibu satu balita yang bernama Kak Ghifa, seorang guru honorer yang sabar dan selalu semangat mendidik muridnya dengan cinta. Meski dari segi umur dia jauh di bawahku, namun aku banyak belajar tentang kesabaran dan ketulusan dari membaca blognya. Pada arisan kali ini duo emak kece itu melempar tema yang pas…

Icip-icip Bakso Jimat Temanggung

Hai..., Februari masih sering turun hujan aja nih, ya? Ya iyalah, namanya juga masih tetanggaan sama Januari yang hujannya sehari-hari :)
Hujan-hujan enaknya ngapain? makaann!!! (eh, siapa yang teriak paling kenceng tuh?) oh, ternyata suaraku dewe :)) Jadi gitu, deh, kalau lagi ngumpul dan suasana dingin dingin mesrah pasti lebih komplet kalau sambil makan bareng. Ngobrol jadi lebih seru. Apalagi kalau santapan itu cocok sama lidah anak-anak, mereka jadi lebih seru juga ceritanya. 
Kata bapak guruku dulu, kalau kita akan menyampaikan sebuah nasehat ke anak kita, salah satu waktu yang efektif adalah saat mereka merasa kenyang dan santai. Coba anak diajak jajan bakso (kalau dia suka bakso, ya), nah saat dia merasa keenakan dengan baksonya itu kita masukkan pesan yang ingin kita sampaikan. Secara lahir dia mungkin tidak begitu serius menanggapi, tapi otaknya insyaallah menyimpan pesan itu. 
Dan berhubung diriku adalah anggota IIDB (ibu ibu doyan bakso) *lalu digetok teh Indari Mastuti, maka k…