Langsung ke konten utama

Postingan

Kulit Cerah dan Lembut dengan Scarlett Bodycare Perfect Coffee Edition

Hai, semua. Semoga sehat selalu, ya. Hari-hari ini sudah mulai longgar, ya, untuk beraktivitas di luar rumah. Mulai bisa bertemu dengan teman untuk ngopi bareng dengan lebih tenang. Iya, selain tenang karena pandemi mulai mereda, juga tenang kena efek kopi. Nah, lebih bikin tenang lagi kalau pas hangout bareng teman, badan kita wangi dan kulit tampak cerah sehat. Makin asik, kan. Nah, ngomongin kopi dan kulit sehat, ada loh produk perawatan kulit baru yang bikin kulit lebih sehat dan tentunya wangi beraroma kopi yang menenangkan. Yaitu Scarlett Body Care Perfect Coffee Edition. Nama brand Scarlett Whitening tentu sudah tidak asing lagi, ya. Brand ini milik aktris cantik Felicya Angelista. Brand lokal yang menginternasional. Bahkan aktor drakor kesayangan kita, Song Joong Ki, jadi star ambassadornya, loh. Aih, mantap kan. Demi melihat iklannya yang wara-wiri di medsos, saya semacam dapat hidayah untuk mencobanya. Pengen tahu dan merasakan sendiri sensasinya merawat kulit pakai produk b
Postingan terbaru

Kulit Lebih Sehat dan Cerah dengan Scarlett Brightly Series Meski Menua Setiap Hari

Wejangan Berbau Mitos saat Hamil

Tidak terasa sebentar lagi sulung kami sudah memasuki usia duapuluh tahun. Wow, cepat sekali waktu berlalu. Rasanya baru kemarin hamil dan melahirkan bayi, eh tahu-tahu si bayi sudah dewasa.  Meski sudah duapuluh tahun lebih sejak dinyatakan hamil dulu, masih teringat bagaimana berdebarnya menjalani fase baru kehidupan sebagai ibu hamil . Tidak hanya saya sendiri yang merasakan, tapi juga bapak-ibu yang begitu bersemangat menyambut calon cucu pertamanya. Tentulah saya dan kandungan mendapat perhatian yang begitu istimewa. Bapak sebagai pensiunan perawat sangat memperhatikan asupan gizi dan vitamin yang saya butuhkan. Ibu pun tak kalah seru ketika menyiapkan berbagai menu dan persiapan baju-baju bayi. Heboh seluruh rumah, termasuk kakak dan adik yang menjadi calon pakde dan calon tante saat itu. Curahan kasih sayang yang luar biasa dari keluarga ini cukup menambal kekhawatiran saat suami sedang bekerja di luar kota dan menambah kekuatan yang sangat dibituhkan oleh perempuan yang sedang

Warung Jadul Temanggung, Penjaga Kuliner Indonesia

Hai, bagaimana kabar? Jika kalian berkesempatan main atau mampir atau sekadar lewat Temanggung, cobalah berhenti sejenak di sebuah warung makan kecil di tepi jalan seberang kantor Telkom. Warung Jadul namanya. Tepatnya ada di Jalan Jendral Sudirman No. 102, Jampirejo, Temanggung. Gampang sekali menemukan warung ini. Mengapa harus mencoba? Karena warung ini unik. Berdiri lebih dari seratus tahun lalu dengan menu masakan yang sama dan suasana yang benar-benar jadul sesuai namanya.  Dari luar, warung ini tampak beda dengan toko-toko yang ada di deretan sebelah-sebelahnya yang modern. Warung bercat putih dan kusen jendela serta pintu berwarna biru ini sangat sederhana. Di depan warung ada satu bangku panjang yang sering diduduki oleh pelanggan warung ini. Ada sebuah banner berwarna biru dengan tulisan 'Waroeng Jadoel' berwarna merah tertempel di depan warung. Masuk ke dalam warung kita akan melihat satu meja panjang dengan banyak toples kaca jadul dan piring berj

Pakde Mukidi Belajar Kehidupan New Normal

"Wisah wisuh wae. Mlebu pasar kon wisuh. Mlebu toko kon wisuh. Mlebu omahe pak RT ya dikon wisuh. Nanging ora ana sing akon mangan," Pakde Mukidi menggerutu pada Leman yang sedang mencuci sepeda motornya. Dia mengeluh karena di mana-mana disuruh cuci tangan tapi tidak ada yang menyuruh makan setelahnya. "Lha kan memang harus begitu, Pakde. Sering cuci tangan supaya tidak terkena virus. Masa minta makan?" sergah Leman. "Ah, lha di rumah itu kalau habis cuci tangan langsung makan, je."  "Wuu, dasar tukang ngeyel!" Leman kesal sekaligus geli. Dia paham kalau Pakde Mukidi pasti hanya bercanda. Leman melanjutkan menggosok motornya. "Eh, eh, Pakde, cuci tangan duluu!" Leman teriak waktu Pakde Mukidi nyelonong masuk teras rumah Leman dan menuju meja kecil dengan sepiring pisang goreng di atasnya. "Halah, apa sih, Man? Dari tadi kan aku sudah cuci tangan di mana-mana. Kamu itu ya sama saja." Pakde Mukidi mend

Self Love Terwujud dari Support System yang Baik

Di sudut kamar kayu, seorang gadis kecil sibuk mengikat batu di ujung rambutnya. Berharap dengan beban batu itu rambut keritingnya melurus. Dia tak ingin lagi menjadi bahan olokan teman dan nyinyiran tetangganya.  "Bobo dunia anak-anak, rambut kribo ambune sengak." Makin dia mengingat lagu itu makin kencang dia mengikat batu di rambutnya. Seakan bisa menghilangkan kesal hatinya. Tapi lagu yang sering dinyanyikan temannya itu makin menggaung di telinganya.  Hatinya makin merah. Dia benci rambutnya. Dia tak henti bertanya kenapa dari lima bersaudara hanya dia dan kakak nomor dua yang keriting. Kakak dan adiknya yang lain berambut lurus indah. Semua terkesan bersih dan rapi. Rambut keritingnya sering membuatnya dikira belum mandi, padahal sudah sekuat tenaga dia menyisir. Namun rambutnya tak pernah mau menurut keinginan hatinya. Ujung rambutnya selalu mengarah sesukanya ke sana kemari. Tapi itu dulu. Gadis kecil itu kini menjadi orang yang sangat bangga deng

Aroma Luka Lalu

Val berusaha melupakan peristiwa delapanbelas tahun lalu itu. Kini dia sudah hidup bahagia bersama Hans dan empat anaknya yang manis dan pintar. Tidak ada alasan lagi untuk menangis. Meskipun ingin, tapi dia sadar bahwa itu tak ada gunanya lagi. Fokus dan harapan besarnya untuk kebahagiaan anak-anaknya lebih utama untuk dipikirkan. Hans juga seorang suami yang sangat perhatian dan bertanggungjawab terhadap keluarga. Bahkan dia mau berbagi peran dalam mengasuh anak-anak. Apa lagi yang disesalkan dengan menjalani hidup selengkap ini? Beberapa kali Mel, adiknya, mengungkapkan kekaguman padanya, "Beruntung kamu Val, mendapatkan Kak Hans. Aku berharap aku nanti juga bisa mendapatkan laki-laki sepertinya." Val tersenyum mendengar perkataan Mel. Namun, ketenangan dan kebahagiaan itu tidak semulus dan seindah yang dilihat orang. Ingatan dan kenangan yang lama membekas ternyata tak mudah hilang begitu saja. Serupa jejak yang selalu melekat ke mana pun dia melangkah.  Lalu men