Langsung ke konten utama

Cara Embed Video dari Youtube ke Blog

Hai, semoga semua sehat selalu, ya.

Tadi pagi di satu grup menulis yang saya ikuti ada teman yang bertanya, bagaimana cara memasukkan video di blog.

Barangkali bagi teman blogger lain ini bukan masalah, ya. Gampang banget memang. Tapi bagi yang belum tahu memang cukup bikin bingung. Sama seperti saya dulu waktu awal-awal ngeblog.

Lalu teman yang lain yang juga sudah ngeblog lama pun bilang kalau dia juga lupa cara untuk embed video dari youtube.

Nah, membaca itu saya pun sadar. Eh, iya ya. Saya pun hampir lupa saking lamanya absen nulis di blog. Lalu saat itu juga saya buka dashboard blogger dan ngulik supaya nggak benar-benar lupa. 

Untuk memasukkan video ke blog kita caranya sangat gampang. Sama seperti ketika menambahkan foto. Jika kita sudah memiliki postingan video di channel YouTube, maka akan lebih menarik untuk menanamkan di blog kita untuk menguatkan tulisan kita.

Pertama, setelah masuk ke laman buat postingan baru seperti ini, pilihlah ikon video yang ada di sebelah kanan ikon gambar. Maka akan keluar pilihan upload dari komputer dan youtube.



Kedua, pilih YouTube. Maka akan keluar video-video yang sudah kita upload. Tinggal pilih saja video yang diinginkan. 

Lalu


Nah, sekarang video YouTube yang diinginkan sudah masuk ke blog kita. Mudah sekali, bukan? Nanti akan muncul tampilan video seperti berikut ini.



Yuk, rajin-rajin bikin konten YouTube, rajin-rajin nulis di blog, supaya gak jamuran apalagi lumutan. Hihi. Jangan lupa mampir ke channel Youtube saya di sini. 
Terima kasih.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jeprat Jepret Bikin Baper

Selain keluarga, apa yang bisa membuatmu rindu rumah? Kalau aku jawabnya: makanan! Ya, makanan kampung halaman selalu menempati ruang tersendiri di hati. Dan lidah tentunya. Satu hal yang amat aku syukuri adalah aku tidak perlu pergi jauh-jauh pulang kampung jika kangen merasakan kuliner tradisionalnya. Tahu kenapa? Ya kan sekarang aku tinggal di kampung... :) Meski Temanggung adalah kampung halaman suami, tapi sudah seperti tumpah darahku sendiri. Hal lain yang membuatku bahagia adalah letak pasar yang berhadapan dengan rumah. Serasa surga.. hehe.  Tinggal nyebrang dan pilih mana yang disuka. Ini pula yang sering bikin kakak ipar cemburu. Karena dia harus menunggu libur lebaran untuk bisa njajan sepertiku. Dan sepertinya dia akan semakin baper kalau lihat jajan pasar dalam foto-foto berikut. KLEPON Dibuat dari tepung ketan yang diuleni dengan air dan sedikit garam. Dibentuk bola, diisi gula merah lalu direbus. Disajikan dalam baluran kelapa parut. Ada sensasi

Most Wanted di Meja Makan saat Ramadhan

Alhamdulillah bertemu lagi dengan Ramadhan bulan mulia. Bulan penuh keberkahan dan ampunan. Semoga ibadah puasa kita lebih semangat ya, di Ramadhan ini. Beberapa hari lalu di grup blogger embak emak kece dari Semarang dirandom kocokan #arisanbloggandjelrel putaran kedua. Dan yang keluar namanya adalah Mbak Hidayah Sulistyowati atau sering dipanggil mbak Wati, seorang ibu dua putra yang sudah remaja. Mbak Wati termasuk blogger senior yang tetap rendah hati dan berpikiran terbuka, juga teman ngobrol yang asyik. Blog mbak Wati isinya macam-macam, tapi yang paling aku suka kalau baca tulisan mbak Wati tentang kuliner dan jalan-jalannya. Nama kedua yang keluar adalah Ika Hardiyan Aksari , ibu satu balita yang bernama Kak Ghifa, seorang guru honorer yang sabar dan selalu semangat mendidik muridnya dengan cinta. Meski dari segi umur dia jauh di bawahku, namun aku banyak belajar tentang kesabaran dan ketulusan dari membaca blognya. Pada arisan kali ini duo emak kece itu melempar tema

Icip-icip Bakso Jimat Temanggung

Hai..., Februari masih sering turun hujan aja nih, ya? Ya iyalah, namanya juga masih tetanggaan sama Januari yang hujannya sehari-hari :) Hujan-hujan enaknya ngapain? makaann!!! (eh, siapa yang teriak paling kenceng tuh?) oh, ternyata suaraku dewe :)) Jadi gitu, deh, kalau lagi ngumpul dan suasana dingin dingin mesrah pasti lebih komplet kalau sambil makan bareng. Ngobrol jadi lebih seru. Apalagi kalau santapan itu cocok sama lidah anak-anak, mereka jadi lebih seru juga ceritanya.  Kata bapak guruku dulu, kalau kita akan menyampaikan sebuah nasehat ke anak kita, salah satu waktu yang efektif adalah saat mereka merasa kenyang dan santai. Coba anak diajak jajan bakso (kalau dia suka bakso, ya), nah saat dia merasa keenakan dengan baksonya itu kita masukkan pesan yang ingin kita sampaikan. Secara lahir dia mungkin tidak begitu serius menanggapi, tapi otaknya insyaallah menyimpan pesan itu.  Dan berhubung diriku adalah anggota IIDB (ibu ibu doyan bakso) *lalu digetok teh I