fiksi

Bendera Hitam di Ujung Gang

September 29, 2019

source: pixabay

Pukul setengah sembilan pagi, aku belum selesai membilas cucian. Mbak Ndari datang lagi dengan mata sembab dan merah.

“Semalam dia pergi lagi,” katanya.

Aku tahu yang dimaksud dengan dia, pasti suaminya. Menurut kabar yang beredar, suaminya ada main dengan anak Blok C, sekomplek dengan kami. Namanya Wulan, masih kelas tiga SMA. Tapi sedikit kuabaikan kabar belum jelas itu. Seingatku sudah tiga kali Mbak Ndari datang dengan keadaan seperti ini.

Malang, Kota Sejuk Penuh Pesona

Juni 14, 2019

Hai, teman teman, lama ga menyapa nih.

Eh, mumpung masih suasana lebaran, aku doakan semoga amal puasa ramadhan kita diterima, dan tentunya aku mohon maaf lahir batin, ya.

Gimana nih liburan kemarin? Sudah puaskah? Kalau belum jangan khawatir. Sebentar lagi liburan kenaikan kelas kan datang menjelang. Jadi jangan sedih gitu. Bisa kok bikin rencana lagi liburan ke mana gitu.

fiksi

Ayahku Guruku

Juni 13, 2019

source: pixabay


Jika semua rasa yang ada di hatiku bisa diungkapkan hanya dengan satu kata tentang ayahku, itulah benci.

Pada suatu masa yang aku tak ingin mengingatnya lagi, namun ironisnya masih sangat jelas terukir dalam ingatanku, sebuah peristiwa terjadi di depan mataku. Mata seorang anak yang bahkan perlu beberapa tahun kemudian untuk bisa memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi. Dan membuatku terpisah dari dekapan ibu untuk beberapa waktu.

empis empis arisan nulis

Penghamba Maaf

Juni 06, 2019


Aku terpaku tepat di depan rumah tinggi itu. Seakan tak percaya dengan apa yang kupandang. Gerbang rumah itu terbuka. Itu berarti dia ada di sana. Tidak seperti yang dikatakannya kalau dia sedang di luar pulau. Beberapa detik kemudian dia keluar dengan kendaraannya. Tatapan kami sempat beradu, tapi tak lama. Dia lalu melaju. Sesak dada ini tiba-tiba. Seakan ada segumpal sabut kelapa menghuni tenggorokanku.