arisan blog

Rumah Kayu, Rumah Impian Kami

November 23, 2017


Setiap pasangan yang menikah tentunya memiliki impian untuk membangun istananya sendiri, sebuah rumah impian. Meskipun tak semua orang bisa seberuntung yang lainnya, bisa diberi kesempatan dan kemudahan untuk mempunyai rumah sendiri.

Demikian juga kami yang memulai rumah tangga dalam sebuah rumah kontrakan.  Tidak begitu besar namun cukup hangat bagi keluarga kecil kami.  Justru dari rumah kecil itu terlahir keinginan untuk bisa memiliki rumah sendiri sesuai ideal dan harapan kami.

Saya dan suami sepakat, rumah impian kami adalah rumah kayu minimalis yang sejuk dan bersahabat. Kami berdua sama sama berasal dari desa, hal ini pula yang membuat kami tak ingin kehilangan kenangan masa kecil yang kini tak bisa ditemui lagi. Kami juga ingin berbagi suasana masa kecil kami dengan anak-anak.

Sebetulnya bukan tanpa alasan mengapa kami ingin rumah kayu. Beberapa pertimbangan kami adalah karena:
  1. Kesan natural yang ditampilkan kayu membuat serasa dalam pelukan alam.
  2. Kami tinggal di daerah yang sumber daya alam berupa pohon banyak, sehingga lebih hemat.
  3. Pembangunan bisa lebih cepat karena sekarang banyak pengusaha kontraktor yang menawarkan sistem pembuatan rumah kayu dengan sistem knock down.
  4. Sistem knock down membuat rumah bisa dibongkar pasang sehingga memudahkan kita bila berpindah alamat rumah. 

sumber: metroproperti.com
Untuk desain dan lokasi pun kami punya keinginan seperti
1. Dekat dengan alam terbuka
Eh, kami mengincar sebuah lokasi yang bagus di dekat rumah mertua. Sebidang tanah di dekat sungai dan sekitarnya sawah. Dari sana bisa memandang gunung Sindoro-Sumbing di utara dan Merapi di selatan. Sepertinya nyaman dan tenang deh kalau bikin rumah di sana.

2. Desain minimalis dan fungsional
Rumah utama tidak perlu besar, asal setiap ruangnya bisa digunakan maksimal sesuai fungsinya. Seperti dapur terbuka yang langsung terhubung dengan meja makan dan berbatasan dengan ruang kerja.
sumber: desaindenahrumah.com

3. Ruangan hemat listrik
Inginnya membuat rumah yang setia ruangannya berbatasan langsung dengan alam luar, sehingga bisa menghemat penerangan dan juga lebih dapat kesan alaminya.


4. Ada taman, playground dan panggung seni.
Salah satu kesukaan suami adalah bertanam dan bertaman, jadi ini wajib ada. Efek langsung ke penghuni dan tamu pun ada dengan kehadiran taman ini. Suasana menjadi lebih sejuk dan nyaman juga bikin betah pastinya. Anak-anak juga pasti butuh tempat bermain  yang luas.
Selain sebagai tempat bermain, saya juga ingin ada space semacam panggung mini di dalam taman sebagai arena anak-anak dan siapapun berekspresi di sana. Bebas buat siapa saja.

sumber: designrulz.com
5. Musholla wajib ada
Kami akan menempatkan musholla ini di bagian depan rumah sehingga mudah dijangkau oleh penghuni rumah maupun para tamu. Harapan kami, musholla ini pun sekaligus bisa berfungsi sebagai ruang mengaji dan belajar mengingat banyak kawan dan saudara yang sering bertandang ke rumah untuk saling sharing.

Aih, membayangkan itu semua jadi semangat lagi untuk mewujudkan impian, deh. Meskipun sekarang masih tinggal di pondok mertua indah, tapi sah sah saja kan punya keinginan sendiri? Dan menurut saya malah harus punya impian supaya kerjanya juga lebih semangat. Ihir..

Tapi sepertinya saya tetap harus konsultasi pada dua sahabat saya yang memang profesinya sebagai arsitek, yaitu mbak Archa Bella dan mbak Dian Nafi. Selain sebagai arsitek keduanya juga blogger hits tralala.

Sedikit cerita tentang keduanya, ya. Tentang mbak Archa dulu. Si mamak cantik ini sudah cantik dari lahir. Punya bakat lain yaitu bermusik dan menyanyi. Asik deh kalau liat dese main piano sambil nyengnyong sendiri gitu. Metal metal gini, beliau adalah dosen yang sangat wibawa di kampusnya. Nah, siapa berani godain dia? Siap siap aja terima kiriman voodoo  gambar lucu mematikan darinya.

Sedangkan mbak Dian Nafi, selain arsitek beliau juga seorang novelis yang produktif menelurkan novel setiap tahunnya. Beliau juga seorang mentor penulisan yang sabar dan baik hati, serta sangat senang berbagi ilmu. Ibu dua putra ini tinggal di kota wali, Demak.

Tak salah lagi, saya butuh saran saran dan masukan dari beliau berdua. Ohya, tentunya saran dan masukan teman teman pembaca juga penting banget nih. Terutama doanya, semoga impian kami ini bisa terwujud, ya.
Kalau kalian, apa rumah impian kalian?

#Artikel ini adalah artikel untuk #arisanbloggandjelrel putaran ke 15 dengan tema: Ceritakan Rumah Impianmu.

arisan blog

Tips Internet Sehat Menurut Emak Rumahan

November 19, 2017



Minggu lalu saat rumpi di kumpulan ibu ibu RT ada seorang ibu sepuh yang wanti wanti, "Ibu-ibu, hati hati ya kalau hape kita dipegang anak-anak, pastikan kita tahu apa yang sedang dilihatnya." Wajar saja ibu tersebut punya kekhawatiran demikian, karena beberapa hari sebelumnya di salah satu grup whatsapp beliau mendapat kiriman video kekerasan yang dilakukan seorang ayah terhadap anak. Sungguh miris. Ditambah yang baru saja rame barusan yaitu konten GIF seks pada aplikasi tersebut. Makin ngeri kan? Untungnya sekarang sudah dihapus.

Lain lagi cerita kekhawatiran seorang teman yang melihat tumbuhnya beberapa warnet dan game online di desa kami. Anaknya yang di rumah tidak difasilitasi gadget sekarang sering sekali ke warnet. Si anak rela tidak jajan asal dia bisa ke warnet dan main game. Sedang si ibu khawatir anaknya keasikan main sehingga lalai belajar. Juga takut kalau si anak melihat tayangan yang tidak semestinya dilihat. Jadinya si ibu parno sendiri dan hanya bisa melarang si anak ke warnet lagi.

Jadilah kalau begini siapa yang biasanya jadi kambing hitam kesalahan? Ya si internet. Bisa saja dengan gampang bilang begitu. Padahal kalau digunakan secara bijak, si internet ini bisa lo jadi sahabat yang baik  dan menguntungkan. Jadi nggak fair dong ya kalau menyalahkan internet saja.

Kemajuan teknologi informasi dan jaringan memang sangat pesat bahkan tak terbendung. Dia hadir juga untuk memenuhi kebutuhan manusia modern yang makin berubah. Sejatinya banyak manfaat yang ditawarkan internet bagi kita.

Buat saya sendiri sebagai ibu rumah tangga, banyak hal yang saya dapatkan dari internet. Saat mau masak tapi bingung resepnya, dulu sih bisa tanya ke ibu. Tapi sekarang gak ada yang ditanya, tinggal klik, cari, dan ketemu jawabannya. Saat anak kesulitan bikin PR juga tinggal nanya ke internet. Ketika anak menunjukkan gejala tidak sehat dan segala perilakunya juga bisa saya cari informasinya di internet. Sampai sampai waktu leher sakit karena salah bantal pun saya cari solusinya juga di internet.

Kok apa apa internet, kayak gak punya tetangga saja. Ada loh yang bilang gitu. Nah sekarang kan sudah jamannya, lagipula saya gak mau merepotkan tetangga, makanya saya  tanya ke internet dulu. Kalau urusan silaturahmi ke tetangga sih pasti utama. Apalagi sekarang mayoritas orang pakai telepon pintar dengan aplikasi whatsapp. Lalu bikin grup whatsapp, dari grup dawis, PKK RT-RW-Kelurahan, wali murid, alumni sekolah, grup jualan sampai grup hobi. Makin mudah silaturahminya, kan?

Selain itu, internet juga membantu banyak emak rumahan macam saya mendapatkan penghasilan tanpa harus keluar rumah. Mereka bisa menawarkan produk dan jasanya melalui media sosial yang menjangkau calon pembeli lebih luas. Dan hasil yang didapat juga lebih banyak. Senang deh kalau melihat semangat ibu-ibu yang jualan online itu. Apalagi buat seorang emak bloger, internet itu ibarat makanan pokok.

Namun melihat kekhawatiran para ibu di awal tulisan ini sangatlah wajar. Karena tidak semua hal hal positif yang bisa kita dapat di internet. Demikian juga kebalikannya, begitu banyak tontonan dan info menyesatkan digelar di sana. Bagaikan sebuah pisau yang tajam, jika digunakan sesuai keperluannya maka dia akan sangat membantu. Namun jika berada di tangan orang yang salah maka bisa berbuah celaka.

Demikian pula internet. Titik masalah bukan di internetnya sendiri, namun pada kesehatan mental manusia penggunanya. Wihh, ngomongnya sampai kesehatan mental ya. Itu jelas. Tidak bisa ditawar lagi. Jadi kalau bicara tentang internet sehat, itu tergantung pada perilaku penggunanya.

mas Dio belajarnya butuh internet banget

Berdasarkan pengalaman pribadi nih, penggunaan internet yang baik dan bijak sehingga menyehatkan itu  yang

1.  Sesuai keperluan
Segala sesuatu memang harus sesuai takarannya. Kalau mau mencari info tentang suatu hal ya cukuplah klik sesuai kebutuhan itu saja. Kalau mau ngeblog ya sudah jangan buka buka medsos lain. Eh, ini pesan buat saya pribadi juga ding. Jika menggunakan internet sesuai kebutuhan maka tidak akan membuang waktu sia sia juga. Pengalaman juga tuh, keasikan mantengin fesbuk apdet status dan komen sana sini tau tau waktu satu jam berlalu tanpa terasa. Sayang kan kalau begitu.

2. Tidak baperan
Di medsos orang merasa bebas mengunggah dan bicara apa saja. Foto apik sepiring makanan yang diunggah seseorang bisa jadi masalah bagi orang yang melihatnya. Atau foto mesra bersama suami pun bisa bikin sakit hati orang yang kebetulan sedang bermasalah dengan suaminya. Makanya selalu isi hati dengan rasa syukur sehingga saat melihat atau membaca sesuatu tidak mudah baperan.

3. Menebar aura positif
Jika membuat status, caption atau  pun tulisan blog usahakan memberi kesan positif, informatif  dan menghibur. Tapi kalau kita pas sedih atau marah gimana dong? Boleh, tapi silakan marah dengan bijak. Tidak lantas menyebarkan kebencian di media sosial. Mungkin hati puas, tapi tidak menyelesaikan masalah.     

4. Menghasilkan 
Menghasilkan di sini tidak terbatas pada materi atau rupiah saja. Saya sangat bersyukur berkat internet saya dapat informasi dan peluang banyak sekali hingga saya bisa memiliki belasan antologi buku. Lalu berkat internet pula saya punya ribuan teman dari mana saja yang saling support. Dan tentunya berkat internet pula saya dapat pekerjaan dan rupiah pun mengikuti.

Oya, berkat internet pula anak saya Dio yang unschooling bisa belajar dan berkarya hingga sekarang bisa menjadi salah satu murid di Does University untuk menekuni bidang animasi.

5. Dalam kendali diri
Kontrol atau pengendalian diri yang tinggi sangat berpengaruh pada perilaku berinternet. Jangan mudah percaya pada berita hoax dan jangan mudah berbagi info yang belum jelas kebenarannya. Dan berpikir sebelum posting.  Mau lanjut internet seharian atau berhenti juga cuma diri sendiri yang bisa mengaturnya. Jadi perkuat kendali diri, ya.

beragam permainan yang ditawarkan

Selain itu, sebagai orang tua memang kita dituntut untuk lebih waspada meski jangan juga lantas jadi parno sendiri. Sebisa mungkin dampingi anak-anak kita saat menggunakan gadget atau komputer, beri batasan waktu, kontrol permainan apa saja yang diunduh dan dimainkan anak, perbanyak interaksi langsung dengan mereka, alihkan ke permainan dan kegiatan lain dan selalu tingkatkan pengetahuan kita sendiri supaya tidak ketinggalan oleh anak sendiri.

Dan yang tak kalah penting dari semuanya adalah selalu bekali anak kita dengan pembiasaan akhlak yang baik. Berikan anak contoh dan pengertian. Jika anak tahu mana yang baik mana yang tidak, mana yang boleh dilihat mana yang tidak, insyaallah dia akan terjaga.

Jadi mau baik atau buruk pengaruh internet ke kehidupan kita ya ada di tangan kita sendiri. Saya punya teman yang layak dijadikan teladan atas kecerdasannya memanfaatkan internet. Awalnya menyalurkan isi hati do blog dengan bahasa yang ringan dan bergizi, mak Dewi Dedew Rieka berhasil menelurkan puluhan buku yang lalu mengalirkan pundi pundi rupiah ke rekeningnya. Anak Kos Dodol adalah serial tulisannya yang paling terkenal. Selain AKD, mak Dedew juga menulis buku berbagai genre, dari cerita anak hingga kisah inspiratif ibu ibu. Selain menulis dan aktif ngeblog, beliau juga seorang mentor nulis yang gak pelit ilmu dan sangat rendah hati. Asyik deh pokoknya temenan sama mahmud yang satu ini.

Ada lagi sahabat lain yang juga saya kenal melalui dunia maya. Dialah mbak Prananingrum, blogger asal Semarang. Mbak Ningrum ini seorang kutubuku yang hobi travelling dan menjahit. Disela kesibukannya mengasuh dan mendidik dua putrinya mbak Ningrum sangat rajin ngeblog. Ih, makin kagum deh sama dua ibu nan lemah lembut ini.

Jadi tulisan ini sebenarnya sebagai pengingat diri saya sendiri yang sering banget lupa diri saat masuk ke dunia maya. Keasikan nginternet sampai lupa kalau lagi masak air, gosong deh... 😂
Dan sekaligus menjawab tantangan menulis dengan tema internet sehat menurutmu yang diusulkan oleh mak Dedew dan mbak Ningrum sebagai pemenang #arisanbloggandjelrel putaran ke 15 ini. Semoga artikel ini bermanfaat.

Nah, kalau menurut teman pembaca sekalian, apa sih internet sehat menurut kalian?

lomba

Meet up with HIJUP Bloggers dan Arisan RESIK; Me Time-ku supaya Keluarga Harmonis

November 12, 2017

"Mas, tanggal 28 besok aku ada acara kumpul blogger di Semarang, boleh ya?" 
"Dik, sabtu depan ibuk mau ke Semarang, adik sama kakak di rumah sendiri gak papa kan?"
"Kak, bisa kan jaga rumah sama adik kalau ibu ke Semarang?"

Jauh jauh hari sejak mendapat undangan HIJUP Bloggers Meet Up di Semarang saya langsung minta ijin suami dan juga anak-anak.  Alhamdulillah mereka mendukung dan mengerti bahwa ibunya pun butuh waktu untuk dirinya sendiri.

Sabtu pagi 28 Oktober 2017 saya sudah bersiap. Meski acara akan mulai pukul 12.00 WIB, tapi mengingat jarak Temanggung-Semarang yang bisa memakan waktu perjalanan dua jam lebih, maka saya keluar dari rumah tepat jam 09.00 karena tak ingin terlambat.


ABATA, Pesantren Tuna Rungu Gratis di Temanggung

November 10, 2017

Di antara riuh deras hujan yang mengguyur Temanggung menjelang petang, ada sebuah dunia sunyi di salah satu sudut kotanya. Dunia tanpa suara yang tersembunyi dalam sebuah rumah kontrakan sederhana. Meski sunyi, namun tak membuat hati anak anak itu lantas sepi. Lantunan zikir terlahir dari mulut mulut mungil. Meski dalam pengucapan yang kurang jelas, tapi mereka tak pernah lelah.


kegiatan

Menjadi Penari Topeng Ireng, Sebuah Pengalaman Seru

Oktober 16, 2017

Menjadi penari topeng ireng adalah hal yang tidak pernah terpikirkan apalagi direncanakan sebelumnya.  Tapi ini terjadi pada saya. :)

Teman-teman mungkin ada yang belum tahu apa itu Topeng Ireng. Apakah menari dengan memakai topeng yang berwarna hitam? (ireng berarti hitam dalam bahasa Jawa) Saya dulu pernah menyangka demikian. Tapi ternyata salah besar.