Langsung ke konten utama

Sarapan, Penting Gak Sih?

Sudah sarapan pagi ini?
Banyak dari kita yang melewatkan makan pagi dengan berbagai alasan. Ada yang ingin mengurangi berat badan sampai yang melewatkan sarapan karena tidak sempat gegara terburu kerja. Namun justru saat itu kita sedang melewatkan sebuah kesempatan emas.

Sarapan hendaknya jadi kegiatan rutin tiap pagi. Mengapa?Karena saat tidur malam, tubuh kita telah berpuasa 7-8 jam. Selama itu tubuh secara alami menurunkan aktivitas metabolismenya dan menggunakan energi dan nutrisi yang ada di dalam tubuh.

Itulah sebabnya sarapan menjadi sangat penting, karena dapat memberi nutrisi yang dibutuhkan tubuh, meningkatkan stamina otak, membantu metabolisme tubuh bekerja maksimal sehingga kalori mudah terbakar dan menurunkan resiko diabetes.
orang yang melewatkan makan pagi cenderung memilih makan siang yang menggugah selera, which is lebay kalori dan lemak
Akan tetapi, kunci sarapan sehat terletak pada apa yang disantap, bukan asal kenyang.
Idealnya sarapan mengandung nutrisi lengkap yang dibutuhkan tubuh, yaitu makronutrisi (karbohidrat, protein, lemak) dan mikronutrisi (mineral dan vitamin). Kesemuanya mempunyai fungsi masing-masing yaitu sebagai sumber tenaga, pembentukan hormon, meningkatkan fungsi tubuh, antioksidan dan meregenerasi sel yang rusak.

Namun itu saja belumlah lengkap. Hendaknya makanan kita juga mengandung phytonutrisi, yaitu nutrisi  yang hanya terdapat pada tumbuhan segar. Phytonutrisi berfungsi sebagai pencegahan semua penyakit kronis termasuk kanker, dan juga bisa membantu proses detoksifikasi.

Untuk mendapatkan kandungan phytonutrisi yang maksimal, bisa didapat dengan makan sayuran mentah atau bahasa kerennya raw food. Orang Jawa atau Sunda menyebutnya lalapan.
Namun alih alih mendapatkan phytonutrisi tinggi, malah bisa-bisa kita dapat masalah baru karena ternyata sayuran yang dikonsumsi tercemar pestisida atau kandungan berbahaya lainnya. 

Nah, menjawab kebingungan ini, Melilea sebagai pelopor makanan organik hadir memberi solusi. Konsep Natural Organic Whole Food diusung dengan maksud makanan yang dikonsumsi sama seperti saat makanan tersebut berada di alam.

Melilea sebagai penyedia bahan pangan organik bintang lima, menyediakan sarapan yang sehat dan tentunya praktis. Ada tiga produk kece kaya manfaat. Ketiganya adalah:
  1. Greenfield Organic Melilea; mengandung lebih dari 20 jenis tumbuhan, biji-bijian, sayuran serta rempah dari pertanian organik.

    Hasil gambar untuk melilea
  2. Apple Orchard Melilea; terdiri dari campuran buah-buahan konsentrat yang 100% organik, tanpa tambahan pemanis buatan dan pengawet.


  3. Soya Melilea; merupakan minuman serbuk kedelai organik.
    Hasil gambar untuk melilea
Cara mengonsumsinya cukup mudah. Tinggal tuang air dingin 300ml ke dalam shaker, masukkan 3 sendok takar Apple Orchard dan 2 sendok takar Soya Melilea, tutup sebentar lalu kocok sampai merata. kemudian tambahkan 1 sendok takar Greenfield Organic, tutup dan kocok lagi beberapa saat. Segera minum sampai habis. Tunggu sekitar 30 menit baru boleh minum air putih. Ini dimaksudkan agar minuman Melilea telah cukup menempel di dinding usus kita.
Dengan rutin mengonsumsi Melilea, maka jangan kaget kalau akan ada banyak perubahan positif di tubuh kita. Itu karena Melilea membantu sistem Naturopathy, dimana tubuh bisa menyembuhkan dirinya sendiri. Ada 4 langkah naturopathy, yaitu
  1. Usus dibersihkan dari segala racun  yang menempel
  2. Liver dibersihkan sehingga fungsi liver pun normal dan meningkat
  3. Metabolisme diperbaiki, dan
  4. Regenerasi sel.
Nah, melihat begitu banyak manfaat sarapan, apa iya masih mau melewatkan begitu saja? Yuk sarapan sehat, karena sarapan itu penting!


Tulisan ini diikutsertakan pada Lomba Blog Sarapan Sehat dengan Melilea Organik.






Komentar

  1. Very good mb Dini...
    Bermanfaat

    BalasHapus
  2. Very good mb Dini...
    Bermanfaat

    BalasHapus
  3. Ada juga orang tanpa kebiasaan sarapan. Kembali ke perut masing-masing ya, Mbak. Runut bingit tulisannya Mbak, suka deh, makin keren :)

    BalasHapus
  4. Bagus, Mbak Dini. Info dan ilmunya oke.

    BalasHapus
  5. Kalo menurut ku sarapan yo penting mbak.. Biar ga lemes aktifitas sampe siang

    BalasHapus
  6. Sangat bermanfaat dan bermartabat din...lanjutkan.👍

    BalasHapus
  7. Sangat bermanfaat dan bermartabat din...lanjutkan.👍

    BalasHapus
  8. aku salah satu yang makan asal kenyang mbak hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo berubaaah,, eh, diubah kebiasaan asal kenyangnya :)

      Hapus
  9. Ternyata sarapan pagi itu sangat penting sekali ya mbak, tapi alhamdulillah saya belum pernah melewatkan sarapan pagi soalnya sudah kebiasaan keluarga saya untuk tidak melewatkan sarapan pagi sebelum beraktivitas.

    BalasHapus
  10. Saya malah penasaran Mbak sama bentuk berak yang kayak jel itu. Pperlu membuktikan sendiri nih ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayuk dicoba.. itu toksin jg kan. Ih, kek gitu kok ngendon di usus kita yaa

      Hapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  12. Untuk sarapan aku sekarang nggak bisa makan nasi. Harus yang ringan, yang berserat seperti buah dan sayur, mbak :)

    BalasHapus
  13. sedang menggalakkan sarapan buah nih mba aku mba, biar pup nya mengambang seperti kata pak wied harry wkwkwkwk jorook maap :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sarbu bikin perut nyaman jg mak, kl aku sih trus ngerasa badan jd ringan kl sarbu *lebay

      Hapus
  14. sarapan penting mbak, karena semalaman perut kosong hehe
    salam kenal

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jeprat Jepret Bikin Baper

Selain keluarga, apa yang bisa membuatmu rindu rumah? Kalau aku jawabnya: makanan! Ya, makanan kampung halaman selalu menempati ruang tersendiri di hati. Dan lidah tentunya.
Satu hal yang amat aku syukuri adalah aku tidak perlu pergi jauh-jauh pulang kampung jika kangen merasakan kuliner tradisionalnya. Tahu kenapa? Ya kan sekarang aku tinggal di kampung... :) Meski Temanggung adalah kampung halaman suami, tapi sudah seperti tumpah darahku sendiri.
Hal lain yang membuatku bahagia adalah letak pasar yang berhadapan dengan rumah. Serasa surga.. hehe.  Tinggal nyebrang dan pilih mana yang disuka. Ini pula yang sering bikin kakak ipar cemburu. Karena dia harus menunggu libur lebaran untuk bisa njajan sepertiku.
Dan sepertinya dia akan semakin baper kalau lihat jajan pasar dalam foto-foto berikut.

KLEPON
Dibuat dari tepung ketan yang diuleni dengan air dan sedikit garam. Dibentuk bola, diisi gula merah lalu direbus. Disajikan dalam baluran kelapa parut. Ada sensasi tersendiri saat menyeplus si…

Most Wanted di Meja Makan saat Ramadhan

Alhamdulillah bertemu lagi dengan Ramadhan bulan mulia. Bulan penuh keberkahan dan ampunan. Semoga ibadah puasa kita lebih semangat ya, di Ramadhan ini.
Beberapa hari lalu di grup blogger embak emak kece dari Semarang dirandom kocokan #arisanbloggandjelrel putaran kedua. Dan yang keluar namanya adalah Mbak Hidayah Sulistyowati atau sering dipanggil mbak Wati, seorang ibu dua putra yang sudah remaja. Mbak Wati termasuk blogger senior yang tetap rendah hati dan berpikiran terbuka, juga teman ngobrol yang asyik. Blog mbak Wati isinya macam-macam, tapi yang paling aku suka kalau baca tulisan mbak Wati tentang kuliner dan jalan-jalannya. Nama kedua yang keluar adalah Ika Hardiyan Aksari, ibu satu balita yang bernama Kak Ghifa, seorang guru honorer yang sabar dan selalu semangat mendidik muridnya dengan cinta. Meski dari segi umur dia jauh di bawahku, namun aku banyak belajar tentang kesabaran dan ketulusan dari membaca blognya. Pada arisan kali ini duo emak kece itu melempar tema yang pas…

Icip-icip Bakso Jimat Temanggung

Hai..., Februari masih sering turun hujan aja nih, ya? Ya iyalah, namanya juga masih tetanggaan sama Januari yang hujannya sehari-hari :)
Hujan-hujan enaknya ngapain? makaann!!! (eh, siapa yang teriak paling kenceng tuh?) oh, ternyata suaraku dewe :)) Jadi gitu, deh, kalau lagi ngumpul dan suasana dingin dingin mesrah pasti lebih komplet kalau sambil makan bareng. Ngobrol jadi lebih seru. Apalagi kalau santapan itu cocok sama lidah anak-anak, mereka jadi lebih seru juga ceritanya. 
Kata bapak guruku dulu, kalau kita akan menyampaikan sebuah nasehat ke anak kita, salah satu waktu yang efektif adalah saat mereka merasa kenyang dan santai. Coba anak diajak jajan bakso (kalau dia suka bakso, ya), nah saat dia merasa keenakan dengan baksonya itu kita masukkan pesan yang ingin kita sampaikan. Secara lahir dia mungkin tidak begitu serius menanggapi, tapi otaknya insyaallah menyimpan pesan itu. 
Dan berhubung diriku adalah anggota IIDB (ibu ibu doyan bakso) *lalu digetok teh Indari Mastuti, maka k…