Langsung ke konten utama

Manfaat Ngeblog Sependek Pengalaman Saya

Memulai ngeblog beberapa tahun lalu ketika usia sudah menjelang senja, ceileh, bagi saya gak masalah. Awalnya sih sempat gagap karena memang gaptek plus nekat ngulik ulik semuanya sendiri karena gak tahu mau nanya ke siapa. Tapi hari gini apa sih yang gak bisa dipelajari? Semua ilmu sudah digelar di depan mata. Tinggal gugling udah dapet jawaban dari kebutuhan kita.

Singkat cerita, blog pun jadi. Lalu, mau diisi apa? Bhaa, tentu dong curhatan, hihi. Ya gimana lagi, jadi warga pendatang di sebuah dusun kecil di tepi Temanggung ini sungguh di luar perkiraan dan rencana. Belum kenal siapa siapa kecuali ibu mertua, dan belum ada teman bicara yang setara. Semuanya asing, semuanya baru. Kemudian tulisan kembali menjadi teman saya.


Blog yang awalnya hanya berisi curahan hati pribadi, kemudian hari berkembang tema isiannya. Ditambah sejak bergabung dengan komunitas blogger perempuan keren berbasis di Semarang, Gandjel Rel, saya makin percaya diri dan semangat ngeblognya. 

Gandjel Rel yang didirikan oleh lima blogger perempuan super keren ini sangat berperan dalam perjalanan saya ngeblog. Anggota komunitas yang kesemuanya perempuan ini pun sangat produktif dan banyak menjaring prestasi dari ngeblog. Sungguh sumber semangat yang luar biasa. Dan, dari ngeblog pula akhirnya saya pun merasakan banyak manfaat ngeblog, antara lain:

KELEGAAN
Kagum banget dengan para pendiri Gandjel Rel yang demikian cerdas dan cadas dalam menentukan tagline: Ngeblog Ben Rak Ngganjel. Hiya, bener banget, lho. Dengan menyalurkan isi kepala dan ganjalan hati ke dalam tulisan itu luar biasa melegakan. Konon dengan bercerita, separuh permasalahan kita sudah terselesaikan. So, gak ada ruginya kan curhat di blog?

PERTEMANAN YANG POSITIF
Jujur saja, saya tuh aslinya orang yang gak pedean dan senang menyendiri. Tapi sejak ngeblog dan gabung dengan komunitas yang tepat ini sedikit demi sedikit rasa rendah diri yang sering mendera ini terkikis. 
Semangat dan karya teman teman sungguh membuat saya banyak belajar. Lingkaran pertemanan juga makin luas dan besar. Alhamdulillah sejauh ini pertemanan dengan para blogger pun adalah pertemanan yang membangun. Sungguh senangnyaaa.

BANYAK ILMU
Saya menulis selain untuk diri sendiri juga untuk dibaca orang lain. Senang sekali kalau tulisan saya bermanfaat bagi yang membaca dan saya mendapat feedback dari mereka. Demikian pula saya senang membaca tulisan teman teman. Dari tulisan mereka, banyak sekali ilmu yang saya dapatkan. Mulai dari ilmu tentang pengembangan diri, kesehatan, psikologi keluarga, hingga ilmu tentang mengelola blog (yang saya masih sangat rendah ilmu tentang ini). 
Dari mereka pula saya belajar tentang ketulusan, kesungguhan dan kejujuran ketika menulis konten. Tulisan yang dibuat dari hati tentu akan sampai ke hati. Tulisan yang dibuat dengan kesungguhan dan usaha, tentu akan nyaman dibaca. Sebaliknya, tulisan yang dibuat asal jadi tentu yang membaca pun gak akan betah. :)

MANAJEMEN WAKTU DAN DIRI
Ngeblog sepertinya sepele, ya, tinggal duduk di depan komputer, ketak ketik jadi tulisan. Haha. Tapi gak sesepele itu juga, Sartini! 
Ngeblog juga butuh pengaturan waktu dan diri (serta hati) yang baik. Tanpa itu semua, bisa dipastikan akan kacau. Apalagi kalau sudah berani ikut arisan link seperti ini, harus disiplin mengatur waktu supaya tidak terlambat setor tulisan. Terlambat setor berarti mengurangi nilai kita sendiri. Kredibilitas menurun dan menghambat kinerja kelompok. Yang pasti siap siap malu tampangnya dijadikan meme untuk ditagih setor arisan. Huhuu, jangan sampai, ah.

Banyak teman sesama blogger yang juga mempunyai profesi dan pekerjaan lain, tetapi mereka bisa menyelesaikan tulisannya tepat waktu bahkan di awal waktu. Keren banget, kan? Nah, sebenarnya saya malu juga sih nulis ini sementara setor arisannya di akhir waktu, mepet DL pula. *tutup muka

PENDAPATAN
Hmm, pendapatan apa nih? Heheu, dulu waktu lihat teman teman pendahulu pada ngomongin ratecard, transferan, DA/PA, saya cuma ndomblong dan mbatin; kapan ya aku bisa ngerasain itu semua? 
Lalu ingat para suhu kasih semangat: pokoknya update terus blognya! Ya, semua mungkin terjadi. Alhamdulillah, akhirnya merasakan juga dapat transferan dari ngeblog. Huhuii! 
Masih receh sih, tapi bagi saya pribadi ini sebuah penghargaan dari semua yang telah diusahakan. Namun, yang pasti recehan ini pun bisa menjadi satu sumber semangat untuk terus menulis.

Semua yang saya rasakan dan dapatkan ini tentunya tidak datang begitu saja. Semua melalui perjalanan bernama usaha. Penghasilan dari ngeblog sah sah saja menjadi sebuah cita-cita. Akan tetapi jangan pernah lupakan esensi awal ngeblog yaitu menulis dengan tulus dari hati.

Tambahan sedikit tips ngeblog dari saya, selain menulis dengan hati, jadikan semua hal sebagai ide, dan buat jadwal nulis dan posting yang rutin. Jika itu semua bisa dilakukan, bukan hal mustahil semua manfaat di atas dan banyak manfaat lain bisa kita dapatkan.  
(btw, saya sendiri juga masih ngos ngosan ding bikin jadwal rutin, heheu)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Icip-icip Bakso Jimat Temanggung

Hai..., Februari masih sering turun hujan aja nih, ya? Ya iyalah, namanya juga masih tetanggaan sama Januari yang hujannya sehari-hari :)
Hujan-hujan enaknya ngapain? makaann!!! (eh, siapa yang teriak paling kenceng tuh?) oh, ternyata suaraku dewe :)) Jadi gitu, deh, kalau lagi ngumpul dan suasana dingin dingin mesrah pasti lebih komplet kalau sambil makan bareng. Ngobrol jadi lebih seru. Apalagi kalau santapan itu cocok sama lidah anak-anak, mereka jadi lebih seru juga ceritanya. 
Kata bapak guruku dulu, kalau kita akan menyampaikan sebuah nasehat ke anak kita, salah satu waktu yang efektif adalah saat mereka merasa kenyang dan santai. Coba anak diajak jajan bakso (kalau dia suka bakso, ya), nah saat dia merasa keenakan dengan baksonya itu kita masukkan pesan yang ingin kita sampaikan. Secara lahir dia mungkin tidak begitu serius menanggapi, tapi otaknya insyaallah menyimpan pesan itu. 
Dan berhubung diriku adalah anggota IIDB (ibu ibu doyan bakso) *lalu digetok teh Indari Mastuti, maka k…

ABATA, Pesantren Tuna Rungu Gratis di Temanggung

Di antara riuh deras hujan yang mengguyur Temanggung menjelang petang, ada sebuah dunia sunyi di salah satu sudut kotanya. Dunia tanpa suara yang tersembunyi dalam sebuah rumah kontrakan sederhana. Meski sunyi, namun tak membuat hati anak anak itu lantas sepi. Lantunan zikir terlahir dari mulut mulut mungil. Meski dalam pengucapan yang kurang jelas, tapi mereka tak pernah lelah.

Menjadi Penari Topeng Ireng, Sebuah Pengalaman Seru

Menjadi penari topeng ireng adalah hal yang tidak pernah terpikirkan apalagi direncanakan sebelumnya.  Tapi ini terjadi pada saya. :)
Teman-teman mungkin ada yang belum tahu apa itu Topeng Ireng. Apakah menari dengan memakai topeng yang berwarna hitam? (ireng berarti hitam dalam bahasa Jawa) Saya dulu pernah menyangka demikian. Tapi ternyata salah besar.